Fikrah
Basiap-siap Puasaan
Beberapa hari lagi memasuki bulan Ramadan, apa yang sudah Anda siapkan? Pada umumnya masyarakat Banjar sudah basiap-siap (menyiapkan diri)
KH Husin Naparin Lc MA
Ketua MUI Provinsi Kalsel
BANJARMASINPOST.CO.ID- TINGGAL beberapa hari lagi memasuki bulan Ramadan, apa yang sudah Anda siapkan? Pada umumnya masyarakat Banjar sudah basiap-siap (menyiapkan diri) menyambut datangnya bulan Ramadan, karena bulan ini adalah bulan penuh keberkahan, bulan yang paling dinanti-nanti oleh umat Islam seluruh dunia.
Sudah seyogyanya setiap muslim bergembira dan betul-betul menyiapkan semaksimal mungkin, baik secara lahiriah maupun batiniah.
Menjelang Ramadan banyak hal yang harus dipersiapkan, mengingat momentum Ramadan hanya datang setahun sekali. Sungguh merugilah jika berpuasa hanya mendapat lapar, lelah dan kantuk saja. Nabi SAW bersabda “betapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapat apa-apa selain rasa lapar dan betapa banyak orang yang salat malam tidak mendapat apa-apa kecuali (kantuk akibat) begadang”.
Tentunya tidak ada yang menginginkan seperti apa yang disabdakan Nabi SAW, bahkan semua orang berpuasa ingin mencapai predikat muttaqin.
Apa saja yang disiapkan sebelum memasuki bulan Ramadan?
Pertama, persiapan ilmu agar aktifitas di bulan Ramadan lebih optimal. Caranya ialah banyak membaca berbagai bahan rujukan yang membahas tentang Ramadan atau mendengarkan pengajian para alim ulama di majelis-majelis ta’lim. Senada dengan sabda Nabi SAW, “Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka tuntutlah ilmu dan barangsiapa yang ingin akhirat, tuntulah ilmu dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, tuntutlah ilmu. Baginya jalan menuju surga,” (HR. Muslim).
Kedua, melunasi utang puasa Ramadan tahun sebelumnya. Puasa qadha adalah kewajiban yang harus ditunaikan agar ketika memasuki Ramadan tahun ini dalam keadaan bersih dari tanggungan atau utang puasa yang lalu. Utang puasa biasanya banyak dialami oleh para muslimah.
Ketentuan membayar utang puasa Ramadan tertuang dalam surah al-Baqarah ayat 184 yang artinya “(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.
Ketiga, mempersiapkan kesehatan fisik. Kesehatan yang tak terjaga tentu akan mengganggu selama berpuasa. Tubuh yang sehat akan memudahkan seseorang menjalankan ibadah puasa lebih maksimal.
Menjaga pola makan, mengatur waktu istirahat, serta mulai mengurangi kebiasaan bergadang menjadi bagian dari persiapan fisik. Selain itu, mengurangi konsumsi makanan berlebihan dan minuman berkafein juga dapat membantu tubuh beradaptasi dengan pola puasa.
Keempat, persiapan harta dengan mengalokasikan dana untuk melipatgandakan sedekah, sebagaimana Rasulullah SAW mencontohkan sifat kedermawanan yang sangat tinggi di bulan Ramadan. Sahabat menyaksikan kedermawanan dan kemurahan hati Rasulullah pada bulan Ramadan dibanding bulan lainnya.
Mereka menyaksikan Rasulullah lebih sering berbagi pada bulan Ramadan sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya “Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadan”. Dalam riwayat lain dari Anas ra. dikatakan, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, “Sedekah di bulan Ramadan” (HR at-Tirmidzi).
Kelima, membuat target atau kegiatan bermanfaat selama puasa Ramadan, semisal mengkhatamkan membaca Al-Qur’an, memperbanyak salat sunnah dengan target ikut tarawih sampai tuntas sebulan, beriktikaf sepuluh malam akhir bulan Ramadan untuk mendapat malam lailatul qadr, dan sebagainya.
Semua persiapan ini hanyalah sepersekian dari banyaknya persiapan lainnya yang harus disiapkan menjelang Ramadan.
Namun perlu dipertegas bahwa semakin Anda maksimal mempersiapkan diri memasuki Ramadan maka insya Allah puasa Ramadannya akan lebih bermakna dan target mencapai derajat muttaqin benar-benar terwujud. Wallahu’alam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/KH-Husin-Naparin-Lc-MA-Ketua-MUI-Provinsi-Kalsel.jpg)