Tajuk

Tuntaskan Kasus Sapi Mati

Adalah enam ekor sapi mati misterius di Kabupaten Tanahlaut, penyebabnya sendiri masih diselidiki namun ada dugaan diracun

Tayang:
Editor: Irfani Rahman
Istimewa
SAPI MATI - Anggota Polsek Pelaihari mengecek sapi-sapi yang mati di kebun sayuran di Desa Pemuda, Senin (2/3) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID- KABAR tak baik datang dari Kabupaten Tanahlaut (Tala), satu dari tiga kawasan pesisir di Kalimantan Selatan. Dua lainnya adalah Kabupaten Tanahbumbu dan Kotabaru.

Reporter Banjarmasin Post melaporkan, ada enam sapi milik warga mati secara mendadak pada Senin (2/3).

Disebutkan, hewan ternak tersebut milik warga bernama Sapriani yang tinggal di Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari. Ditemukan mati di kebun sayuran kawasan Danuwaringin, Senin siang pukul 11.30 Wita.

Polsek Pelaihari telah turun menangani kasus ini. Kapolsek Iptu Benny Wishnu Wardhani menduga sapi-sapi itu mati akibat keracunan. Pasalnya lokasi itu merupakan lahan perkebunan. Menurut dia, bisa saja mengonsumsi tanaman yang terpapar zat kimia.

Di sisi lain, menyeruak kabar yang menyebut perilaku ternak sapi yang dilepasliar kerap memunculkan masalah yakni merusak tanaman sayuran maupun kebun milik warga setempat.

Perihal itu diakui Kades Pemuda, Zainal Arifin. Setahu dia pernah ada dua kejadian.

Persoalan pertama diselesaikan secara kekeluargaan. Namun satu kasus lainnya masih mengambang karena tidak diketahui sapi milik siapa yang merusak tanaman warga.

Polisi harus cepat dan peka tuntaskan kasus ini. Karena bisa saja masalah tak sederhana yang tampak di permukaan.

Pemerintah daerah setempat juga mesti ikut menyelesaikan persoalan ini secara bijak. Karena, secara kasat mata  ada dua pihak yang terkait, yakni pemilik sapi yang mati dan pemilik kebun sayuran yang dirusak sapi.

Bila perlu dibuatkan aturan khusus perihal yang sapi yang dibiarkan berkeliaran mencari makan. Bagaimana batasannya? Apakah tetap harus ada yang mengembalakannya?

Intinya, jangan sampai merugikan pihak lain. Apalagi sampai berulang.

Terlebih dalam beberapa bulan ke depan, ternak sapi berpotensi jadi hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Artinya pemilik sapi bakal dapat banyak uang. Namun, itu semua sirna akibat sapi yang mati secara misterius.

Jadi, aparat berwenang dan pihak terkait meski cepat ungkap kasus ini dan hasilnya sampaikan secara transparan. Dan sebaiknya penjelasan dari pihak berwenang nanti disertai fakta dan bukti yang bisa diterima, terutama oleh pemilik sapi.

Bila memang karena mati karena keracunan zat kimia, dari mana asalnya? Bagaimana penyelesaiannya? Lalu apa solusi atas persoalan ini?

Jadi memang permasalahan ini tak sesederhana yang terlihat mata. Perlu keseriusan penanganan dan penetapan aturan baku yang harus dipatuhi masyarakat.

Agar nanti permasalahan serupa tak terulang di kemudian hari. Tak kalah penting, masyarakat memahami aturan dan batasan memelihara hewan ternak. Jangan sampai merugikan orang lain yang  punya usaha berbeda. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved