Tajuk

Hadapi Gejolak Harga dengan Bijak

Gejolak harga ini merupakan fenomena tahunan. Tidak dapat dilihat hanya dari sisi distribusi atau mekanisme pasar

Tayang:
Editor: Hari Widodo
Banjarmasin Post/Isti Rohayanti/dok
PANTAU HARGA- (Ilustrasi) Tim Badan Pangan Nasional RI dan Satgas Saber Polres Balangan serta DKPPP Kabupaten Balangan mendata harga bahan pokok yang dijual pedagang di Pasar Adaro, Paringin, Kabupaten Balangan, Rabu (11/2/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Gejolak harga kebutuhan pokok di Tanah Air, baik menjelang Ramadan maupun Lebaran selalu dikeluhkan masyarakat. Mereka pun harus berpikir panjang dan bijak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyebab gejolak harga ini merupakan fenomena tahunan. Tidak dapat dilihat hanya dari sisi distribusi atau mekanisme pasar.  

Upaya pengendalian harga melalui operasi pasar hingga membagikan sembako gratis, hanya jadi solusi sesaat. Sebab, hanya membantu di kawasan tertentu dan jumlah yang terbatas pula. Pemerintah perlu mencari solusi tepat, agar gejolak harga tetap terkendali.

Pengawasan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) yang dilakukan saat ini sudah tepat. Bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memastikan distribusi lancar, mencegah penimbunan, serta mengendalikan inflasi.

Langkah ini juga menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan, seperti Lebaran.

Namun di sisi hulu, pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi produksi dan situasi petani serta orang-rang yang terlibat langsung dalam rantai produksi.

Setidaknya, kebijakan pangan nasional perlu lebih berpihak kepada petani sebagai produsen utama pangan atau pelaku lainnya yang menjadi produsen bahan-bahan kebutuhan pokok.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, sebenarnya merupakan fenomena yang cukup wajar karena meningkatnya permintaan atau konsumsi masyarakat. Namun jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa membebani masyarakat.

 Inflasi menjelang Lebaran pun hampir selalu terjadi karena konsumsi meningkat. Aspek produksi, distribusi, dan cadangan atau stok, menjadi kunci bagaimana kebijakan stabilisasi harga kebutuhan pokok bisa diambil.

Di sisi lain, dunia saat ini sedang menghadapi krisis global akibat perang di Timur Tengah. Di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, kestabilan harga kebutuhan pokok tentu menjadi perhatian.

Sebab pada situasi seperti ini kerap memunculkan kekhawatiran berlebihan yang kemudian mendorong sebagian orang membeli barang dalam jumlah besar. Padahal, perilaku semacam itu justru dapat memperburuk kondisi pasar dan menambah tekanan pada harga bahan pokok yang dibutuhkan sehari-hari.

Selain solusi melalui kebijakan pemerintah, masyarakat juga jangan panik. Sebab melakukan panic buying di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, justru akan merugikan.

Pembelian barang secara berlebihan malah bakal memicu kenaikan harga di pasaran, khususnya komoditas-komoditas yang sensitif terhadap lonjakan permintaan. Sebab, ketika permintaan melonjak secara tidak wajar, harga komoditas pangan bisa terdorong naik lebih cepat. Kondisi ini pada akhirnya tidak hanya membebani konsumen, tetapi juga mengganggu stabilitas harga yang seharusnya dijaga. Hadapi gejolak harga dengan bijak. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved