Tajuk

Jaminan Kepastian Harga BBM

Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026, sempat membikin panik sebagian masyarakat

Tayang:
Editor: Irfani Rahman
Banjarmasin Post/Salmah
ANTRE BBM- Antrean pengendara motor di salah satu SPBU di Jl A Yani Banjarbaru sempat lumayan panjang 

BANJARMASINPOST.CO.ID- KABAR rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026, sempat membikin panik sebagian masyarakat.

Tidak terkecuali di Banjarmasin. Dampaknya, antrean cukup panjang terlihat di sejumlah SPBU. Sejumlah SPBU pun tampak lebih cepat tutup dari biasanya karena kehabisan stok.

Namun pemerintah dengan cepat memberikan imbauan dan kepastikan kalau per 1 April 2026 tak terjadi kenaikan harga BBM. Hal itu terbukti. Sebab kemarin harga BBM masih tetap sama.

Setidaknya BBM bersubsidi seperti Pertalite harganya tetap sama. Sedangkan BBM nonsubsidi sudah mengalami sedikit kenaikan sejak beberapa waktu terakhir.

Namun kekhawatiran masyarakat masih belum hilang. Menjadi pertanyaan, apakah pemerintah bisa menjamin harga BBM tak akan mengalami kenaikan di tengah kondisi geopolitik yang memanas akibat perang antara AS-Israel dengan Iran yang terjadi saat ini.

Apalagi pemerintah sudah mulai mengencangkan ikat pinggang, dengan menelurkan kebijakan efisiensi energi. Salah satunya Work From Home (WFH) yang sempat diterapkan kala pandemi Covid-19 melanda negeri ini.

Apabila harga BBM naik, tentu saja akan makin memberatkan masyarakat. Sebab pengalaman terdahulu, kenaikan harga BBM berimbas pada kenaikan hampir semua harga bahan pokok. Sementara saat ini, rakyat untuk biaya hidup sehari-hari saja sudah susah.

Muncul aspirasi dari sebagian masyarakat, agar saat kondisi ekonomi sulit, seharusnya para pejabat memberikan contoh penghematan. Mulai dari presiden, para menteri, anggota DPR hingga pejabat di daerah.

Misalnya memperketat penggunaan mobil dinas, bahkan kalau perlu ditiadakan. Karena para pejabat tentu sudah memiliki mobil sendiri. Selain itu, para pejabat juga harus berani potong gaji sebagai bentuk solidaritas.

Semoga saja pemerintah berani tak menaikkan harga BBM dan lebih memilih efisiensi dana dan fasilitas untuk para pejabat.

Sudah seharusnya pemerintah lebih membela rakyatnya daripada memikirkan isi kantong pribadi dan berpikir untuk pemilihan 5 tahun ke depan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved