Tajuk
Pelajar Banua Mendunia
LoA adalah surat resmi dari universitas atau institusi pendidikan yang menyatakan bahwa seorang pelamar diterima sebagai mahasiswa
BANJARMASINPOST.CO.ID - KABAR membanggakan datang dari dunia pendidikan Kalimantan Selatan. Sebanyak 16 pelajar SMAN Banua, mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari sejumlah lembaga pendidikan yang masuk Top 100 Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN).
LoA yang juga berarti Letter of Admission adalah surat resmi dari universitas atau institusi pendidikan yang menyatakan bahwa seorang pelamar diterima sebagai mahasiswa. LoA merupakan bukti dokumen sah untuk pendaftaran ulang, pengurusan paspor dan visa pelajar serta syarat wajib beasiswa.
Pada Juli tahun lalu, World University Rankings (WUR) merilis daftar 100 universitas terbaik untuk tahun 2025. Urutan 10 besarnya sebagai berikut: University of Oxford (Inggris), Massachusetts Institute of Technology Amerika Serikat), Harvard University (AS), Princeton University (AS), University of Cambridge (Inggris), Stanford University (AS), California Institute of Technology (AS), University of California, Berkeley (AS),
Imperial College London (Inggris) dan Yale University (AS).
Terlepas dari apakah LoA yang didapat ke-16 siswa dan siswi SMAN Banua tersebut datang dari 10 besar universitas di atas atau di luar itu, kesempatan kuliah di luar negeri tetaplah peluang emas yang sangat sayang dilewatkan.
Jadi, diharapkan mereka semua melanjutkan studi ke universitas terkait Syukur-syukur pihak keluarga tak hanya memberi restu, tapi juga mendukung secara finansial.
Perlu biaya besar, sudah pasti. Tapi insya Allah hasil didapat kelak bakal setimpal dengan pengorbanan yang dilakukan. Bagi siswa yang ekonominya terbatas, bisa berjuang mendapatkan beasiswa. Baik melalui pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Pada beberapa daerah di Kalimantan Selatan, pemerintah setempat sering kali mengirim beberapa santri lulusan pondok pesantren untuk menimba ilmu lebih dalam ke luar negeri. Tujuan paling banyak ke Hadramut,Yaman dan Kairo, Mesir. Nanti, bila mereka lulus, maka berkewajiban membaktikan diri di daerah asal.
Langkah seperti ini bisa diterapkan bagi para siswa penerima LoA tadi. Walaupun mungkin adas ‘syarat dan ketentuan’ berbeda. Mengingat biaya hidup di negara Eropa lebih tinggi dibanding di kawasan Timur Tengah.
Solusi persoalan ini bisa ditangani pihak swasta yang peduli. Bagi perusahaan maupun crazy rich setempat yang punya dedikasi memajukan masyarakat di daerahnya.
Program bapak angkat atau apa pun istilahnya nanti, akan sangat bermanfaat bagi para siswa berintelegensi tinggi tapi terkendala biaya untuk meneruskan studi.
Timbal baliknya nanti, begitu siswa bersangkutan lulus kuliah, pikiran dan tenaganya bisa curahkan untuk perusahaan dan daerah terkait.
Pengalamannya selama beberapa tahun di mancanegara, bakal membawa banyak perubahan dan kemajuan pada daerah dan Banua kita tercinta.
Inovasi bakal hadir lewat otak-otak cerdas dan pikiran kreatif mereka yang terbiasa dengan
tempaan persaingan dan kemajuan teknologi terkini. Jadi, marilah kita dukung para pelajar ini untuk wujudkan cita-cita mereka, yang nantinya akan banyak membawa perubahan pada daerah ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tiga-dari-16-siswa-SMA-banua-masuk-16-LoA-Perguruan-Tinggi-terbaik-dunia.jpg)