Tajuk
Bijak Hadapi Gejolak Harga
Ketika harga bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng dan sayuran naik, dampaknya terasa langsung ke masyarakat luas
BANJARMASINPOST.CO.ID- KENAIKAN harga bahan pokok merupakan isu yang sangat sensitif di Tanah Air. Ketika harga bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng dan sayuran naik, dampaknya terasa langsung ke masyarakat luas.
Kondisi ini berdampak pula pada penurunan daya beli masyarakat. Dampak paling terasa oleh mereka yang berada di golongan ekonomi menengah ke bawah.
Lebih ekstrem lagi, fenomena ini akan mendorong lebih banyak orang jatuh ke dalam kemiskinan.
Secara ekonomi kenaikan harga bahan pokok menyebabkan inflasi lebih tinggi. Biaya produksi barang dan jasa lainnya juga meningkat hingga memperparah beban ekonomi masyarakat.
Sekarang pun sangat terasa, kenaikan harga bahan pokok menimbulkan ketidakpuasan dan keresahan di masyarakat.
Usaha kecil yang bergantung pada sembako seperti warung makan dan pedagang UMKM pun kena imbasnya.
Menurut sejumlah pengamat, kenaikan harga bahan-bahan pokok serta komoditas lainnya ini, antara lain merupakan efek atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Senin (8/6) hingga pukul 12.00 WIB mengutip dari Bloomberg, rupiah melemah 0,83 persen ke level Rp 18.187 per dolar AS. Sebelumnya, pada Jumat (5/6), rupiah masih menguat tipis 0,07 persen secara harian ke posisi Rp 18.036 per dolar AS.
Selama hampir satu bulan lebih ini, rupiah memang berjuang keras untuk mendapatkan tempat. Dari hari ke hari, pekan ke pekan, dolar terus merangkak naik hingga ke titik paling tinggi dalam sejarah perekonomian Tanah Air, sentuh Rp 18.187 per dolar AS.
Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah bukan hanya menjadi isu ekonomi atau perdagangan internasional. Perubahan kurs dolar juga memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Apalagi masyarakat Indonesia masih bergantung pada impor beberapa komoditas pangan dan bahan baku industri makanan.
Ketika dolar naik, biaya impor menjadi lebih mahal karena pembayaran dilakukan menggunakan mata uang dolar. Akibatnya, harga berbagai produk pangan ikut mengalami kenaikan signifikan seperti gandum, tepung terigu, kedelai, susu hingga pakan ternak.
Di pasar domestik Kalsel, Senin (8/6), harga sejumlah barang ikut-ikutan naik seperti beras, minyak goreng dan telur. Gelojak harga ini memang sangat meresahkan, terutama bagi warga Kalsel berpenghasilan menengah ke bawah.
Perlu bijak menghadapi kondisi ini, setidaknya mampu mengurangi ketergantungan pada utang konsumtif.
Prioritas pengeluaran dengan memilih alternatif lebih hemat kunci jitu melawan kondisi saat ini. Setidaknya, memasak sendiri di rumah dan mengurangi kebiasaan konsumtif yang berlebihan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Harga-minyak-goreng-di-pasaran-Kota-Banjarmasin-turun.jpg)