Rahmat Bingung, 100 Itik Mati Bersamaaan
Rahmat bingung. Lebih dari 100 itiknya mati bersamaan secara mendadak. Peternak di Desa Tatah Jeruju Darat Kecamatan Kertakhanyar Kabupaten Banjar
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Rahmat bingung. Lebih dari 100 itiknya mati bersamaan secara mendadak. Peternak di Desa Tatah Jeruju Darat Kecamatan Kertakhanyar Kabupaten Banjar ini khawatir peliharaannya yang lain juga mati.
Dari 200 bebek peking atau bebek potongnya, 80 ekor mati. Sedangkan dari 250 itik petelur, 35 ekor mati.
Rahmat pun meminta petugas Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distabunak) Banjar datang ke peternakannya untuk melakukan pemeriksaan. Petugas pun melakukan penyemprotan desinfektan di kandang. “Saat pulang petugas membawa satu ekor itik yang mati untuk diperiksa di laboratorium,” katanya.
Saat hasilnya belum keluar, sejumlah itik Rahmat kembali lemah. “Saya coba kasih obat Neo Meditril seperti disarankan teman. Alhamdulillah sekarang itik saya pulih,”katanya.
Selain Rahmat, tetangganya H Rafi’i juga kehilangan 60 itik dan H Darham 70 ayam kampung.
Kepala Desa Tatah Layap Kecamatan Tatahmakmur, Rajimi, juga mengalami kematian itik massal. Sehari, 30-40 itik petelurnya mati. Total dari 1.500 itiknya sekitar 200 ekor mati.
Jimi pun buru-buru menjual itiknya. Sekarang di kandangnya tinggal 500 itik. “Saya panik. Daripada kerugian, saya jual itik yang terlihat terserang,” katanya. Padahal ketika masih memiliki 1.500 itik, dia mendapatkan 1.000 telur perhari.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Senin (28/3/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/itik-petelur_20160324_141254.jpg)