Berita Batola
Sosialisasikan Pilkada Batola Lewat Lagu
KPU Batola terus melakukan sosialisasi untuk mensukseskan Pilkada 2024, salah satunya dengan lagu. Ini kata Ketua KPU Batola
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID - Wilayah kerja seluas 2.996 kilometer persegi, yang terbagi dalam 17 kecamatan, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Baritokuala (Batola) harus bekerja keras demi terselenggaranya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November 2024. Terlebih beberapa wilayah tidak bisa diakses melalui transportasi darat dan tidak terjangkau sinyal telekomunikasi. Melalui Tribun Series Suara Rakyat, Rabu (1/5), Ketua KPU Batola Rusdiansyah SP juga mengungkapkan keterbatasan anggaran. Dia juga memaparkan kiat mengatasi berbagai kendala tersebut.
Hasil wawancara Jurnalis BPost Anjar Wulandar ini ditayangkan di akun YouTube Banjarmasin Post News Video, Facebook BPost Online dan Instagram @banjarmasinpost. Berikut petikannya:
KPU Batola termasuk yang melaksanakan pilkada serentak di Kalsel. Sejauh mana persiapannya?
Saat ini kami pada tahap rekrutmen badan adhoc Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan dilanjutkan dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Kami juga diamanahkan oleh KPU RI untuk membuat jingle atau lagu dan maskot. Ini dalam proses pembentukan panitia sayembara
Persyaratan untuk jingle dan maskot apa saja?
Pertama, tentunya terkait pilkada. Kedua ada unsur kedaerahan seperti ciri khas Batola dan bahasa Bakumpai. Selain itu pesertanya harus memiliki KTP Batola. Kami ingin pilkada ini menjadi pestanya orang Batola.
Batola sangat luas dan memiliki banyak kecamatan. Bagaimana sosialisasinya?
Dengan 17 kecamatan dan 201 desa, tentu ada kendala untuk sosialisasi. Jarak paling jauh yakni Kecamatan Tabunganen dan Kecamatan Kuripan. Di kecamatan tersebut ada yang tidak bisa dijangkau dengan jalan darat. Kendati demikian kami tetap berusaha melakukan sosialisasi. Walaupun kami juga mengalami keterbatasan anggaran.
Apakah dananya belum cair atau bagaimana ?
Dananya kurang. Saat pemilu lalu memaksimalkan anggaran yang ada.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, kalangan masyarakat mana yang jadi sasaran utama?
Pada pemilu lalu, yang kami sisir adalah pemilih pemula. Jadi pemilih pemula di kisaran 24 persen. Tingkat kesadaran mereka juga tinggi untuk memilih.
Berdasarkan hasil evaluasi pilpres dan pileg, apa yang masih menjadi tantangan KPU Batola?
Terkait pemilih tambahan di perusahaan. Kami akan melakukan penelitian dan pencocokan data pemilih. Apabila mereka ber-KTP Batola tentu diakomodasi sebagai pemilih pilkada. Kami juga berusaha menghindari pemilihan suara ulang (PSU) dan menghindari terjadinya unjuk rasa di KPU.
Dalam pemilu lalu ada 234.988 pemilih di Batola. Tentu akan dilakukan penelitian dan pencocokan ulang sehingga kemungkinan ada penambahan atau pengurangan. Pemutakhiran data mulai 31 Mei sampai 23 September. Data pemilih akan dipertanggungjawabkan kepada Bawaslu dan peserta kontestasi. (tar)
| Matangkan Sosialisasi Sekolah Rakyat, Dinsos Batola Siapkan Strategi Jemput Bola ke 17 Kecamatan |
|
|---|
| Naik Klotok ke Pulau Curiak, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi ULM Belajar Konservasi Bekantan |
|
|---|
| Polisi Dalami Motif Pembunuhan Ayah Kandung di Anjir Pasar Batola, Terduga Pelaku Dibawa ke RSJ |
|
|---|
| Petani di Anjir Pasar Batola Tewas Diserang Anak Kandung, Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku |
|
|---|
| Polisi Dalami Motif Anak Bunuh Ayah di Anjir Pasar Batola, Kejiwaan Pelaku Diperiksa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kantor-KPU-Batola-12.jpg)