Berita Nasional

Tak Tahan Melihat Anaknya Keracunan, Ortu Ini Minta MBG di SMP Negeri 1 Cisarua Bandung Dihentikan

Orangtua siswa SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) minta  Makan Bergizi Gratis (MBG  di SMP Negeri 1 Cisarua

Editor: Edi Nugroho
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
DIRUJUK KE RS - Seorang siswi SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat, yang keracunan MBG dinaikkan ambulans untuk dirujuk ke rumah sakit, Selasa (14/10/2025). Orangtua siswa korban keracunan MBG di Cisarua, Bandung Barat minta MBG dihentikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANDUNG BARAT - Tak tahan melihat anaknya keracunan, salah satu orangtua siswa SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) minta  Makan Bergizi Gratis (MBG  di SMP Negeri 1 Cisarua dihentikan.

“Kalau pengen diberhentikan untuk selamanya, karena di lapangan pengawasannya sudah tidak benar, kejadiannya terus-terusan," ujar Aang Kurnia salah satu orangtua siswa SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang menjadi korban keracunan massal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (14/10/2025).

Raut murung dan kekhawatiran mendalam terpancar dari wajah Aang Kurnia (46).

Keracunan yang menimpa putrinya dan ratusan siswa lain ini membuat Aang mendesak pemerintah untuk segera menghentikan program MBG untuk selamanya.

Baca juga: Dibawa ke Dalam Air, Ini Kronologi Pemancing Balikpapan Kaltim Diterkam Kawanan Buaya

Baca juga: 132 Siswa  SMPN 1 Cisarua Bandung Barat Keracunan MBG, Daging Ayam Diduga Basi

"Anak saya kelas VIII, tadi gejala keracunannya pusing, mual, lemas, perutnya sakit, gemetaran, bahkan sekarang masih gemetaran," kata Aang, menggambarkan kondisi putrinya yang terdampak.

Trauma Kasus Keracunan Berulang

Aang Kurnia menegaskan bahwa serangkaian kasus keracunan MBG di KBB telah menciptakan kekhawatiran yang sangat besar di kalangan orang tua.

Ia masih mengingat jelas kasus keracunan massal sebelumnya yang terjadi di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, yang sempat menimbulkan ribuan korban.

"Kami orang tua sebetulnya khawatir karena kemarin setelah kejadian dari Cipongkor terus Cihampelas, terus kejadian di daerah kami. Kami merasa sangat khawatir," tegas Aang.

Menurutnya, pengawasan di lapangan terhadap kualitas makanan program MBG sudah tidak lagi benar, sehingga kasus keracunan terus terulang.

Kondisi inilah yang membuatnya meminta pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi total.

"Kalau pengen diberhentikan untuk selamanya, karena di lapangan pengawasannya sudah tidak benar, kejadiannya terus-terusan," ujarnya.

Pilih Bekal dari Rumah

Sebagai bentuk kekecewaan dan untuk menjamin keselamatan anaknya, Aang berencana untuk melarang putrinya mengonsumsi MBG di sekolah di hari-hari mendatang.

Ia memilih solusi mandiri, yakni menyiapkan bekal makanan dari rumah.

"Lebih baik bawa bekal dari rumah, lebih aman, lebih higienis, lebih sehat," tandas Aang, menutup keterangannya.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Orangtua Siswa Korban Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat Minta MBG Dihentikan: Sudah Tidak Benar,

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved