Ramadan Vibes 2026

Hari Ketiga Pasar Ramadan Barabai, Takjil Tradisional hingga Lauk Bakar Diserbu Warga

Memasuki hari ketiga, Pasar Ramadan 1447 Hijriah di Barabai, Kabupaten HST kembali dipadati warga yang berburu menu berbuka puasa

Tayang:
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene
PASAR RAMADAN- Jajanan tradisional di Pasar Ramadan 1447 Hijriah di Barabai, Kabupaten HST, Kalsel selalu ramai diserbu pengunjung, Sabtu (21/2/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Memasuki hari ketiga Pasar Ramadan 1447 Hijriah di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan kembali dipadati warga yang berburu hidangan berbuka puasa, Sabtu, (21/02/2026).

Takjil tradisional hingga aneka lauk bakar menjadi primadona dan laris diserbu pembeli sejak sore hari.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, menjelang azan Magrib, suasana pasar berubah menjadi lautan manusia. Deretan lapak Pasar Ramadan dipenuhi warna-warni kue tradisional, gorengan hangat, hingga lauk pauk siap santap. 

Aroma ikan bakar dan ayam bakar madu yang mengepul dari atas bara menjadi daya tarik tersendiri, membuat pembeli rela mengantre.

Baca juga: DKUPP Tabalong Gandeng BPOM, Pastikan Makanan dan Minuman di Pasar Ramadan Aman

Tak hanya lauk bakar, aneka hidangan seperti haruan goreng, ayam goreng, ikan pais, hingga kepiting tersaji berdampingan dengan sayur berkuah dan pecel. Sementara itu, gorengan seperti tempe, tahu, bakwan, dan risoles berbagai isian menjadi pilihan praktis untuk takjil keluarga di rumah.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah deretan takjil tradisional khas Banua. Kue lam, amparan tatak, agar-agar, kue lapis, kararaban, antah lakatan, hingga hula-hula tersusun rapi di meja-meja pedagang. 

Tak ketinggalan lamang, kikicak, klepon, jaring baras, biji nangka, papari, dan berbagai kue klasik lainnya yang berwarna-warni menambah semarak Ramadan di jantung Kota Barabai.

Saniah, pemilik Warung Mama Puput, menjadi salah satu pedagang yang setia meramaikan Pasar Ramadan. Ia mengaku telah berjualan lebih dari 25 tahun dan hampir tak pernah absen.

“Sejak sebelum ada Pasar Ramadan rutin seperti sekarang, saya sudah berjualan. Biasanya kue lam dan amparan tatak yang paling banyak dicari saat Ramadan,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum berdagang, tetapi juga kesempatan menjaga eksistensi kue-kue tradisional agar tetap dikenal generasi muda.

Baca juga: Buka Puasa di FUGO Hotel Banjarmasin, Hadirkan Pengalaman Iftar Ramadan Yang Istimewa

Hal serupa disampaikan Yana, pedagang kue tradisional yang hampir delapan tahun rutin membuka lapak setiap Ramadan. 

“Setiap Ramadan pasti ikut. Saya buat sendiri risol, jaring baras, lamang, dan kue-kue tradisional lainnya. Alhamdulillah, pembeli selalu ada,” katanya.

Ramainya Pasar Ramadan di Pasar Hanyar Barabai menunjukkan tradisi berburu takjil dan lauk berbuka masih kuat di tengah masyarakat HST. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved