Ramadan Vibes 2026

Buka Bersama Jalin Kebersamaan,  Tapi Jangan Lalaikan Salat

Acara buka bersama di bulan Ramadan banyak dilakukan umat muslim. Namun, sayangnya banyak peserta bukber yang melalai salat

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Salmah
Buka Bersama,  Tapi Jangan Lalai Salat 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Buka puasa bersama saat bulan suci Ramadan menjadi rutinitas umat muslim baik dari kalangan remaja hingga dewasa. 

Ada yang digelar perusahaan, pemerintahan, organisasi, pelajar, mahasiswa dan juga kelompok arisan.

Acara bukber itu bisa digelar di kantor, rumah, aula, rumah makan, restoran, kafe maupun hotel. 

Buka bersama digelar untuk menjalin silaturahmi dan juga kebersamaan.

Hanya saja,disayangkan  tak sedikit acara bukber itu mengabaikan salat maghrib. 

Saat beduk atau sirine berbunyi sebagai tanda berbuka puasa, para peserta bukber tak sabar untuk segera bersantap, menikmati hidangan yang ada.

Baca juga: Ratusan Pelajar Kintap Tanahlaut Digembleng di Pesantren Ramadan, Hadirkan Ustadz Jebolan Hadramaut

Beberapa saat kemudian adzan berkumandang. Tenggat waktu antara berbuka dan azan bisanya sekitar 5-10 menit. Namun ada saja peserta bukber yang cuek dengan panggilan salat tersebut.

Sebagaimana diakui Farhan, warga Rawasari, Banjarnasin yang beberapa hari lalu menghadiri bukber dengan teman-teman semasa sekolah.

"Setelah menyantap takjil, banyak yang kemudian melanjutkan makan berat, selesai itu mereka mengobrol seolah tak ingat ibadah salat maghrib," ungkapnya.

Farhan prihatin, semestinya jika melakukan bukber adalah jangan lupa untuk menjalankan ibadah salat maghrib. 

"Selain dosa akibat meninggalkan salat yang hukumnya fardu ain, bukber tapi tidak salat maghrib juga bisa jadi mengurangi pahala berpuasa," tukasnya.

Sama halnya pengalaman Widodo, warga Sungai Besar, Banjarbaru, menghadiri acara bukber sementara banyak peserta lainnya acuh dengan shalat Maghrib.

"Saya terbiasa makan dan minun takjil dulu, entah kurma plus air putih, atau sepotong kue, berikutnya melaksanakan salat, setelah itu baru makan berat," ungkapnya.

Jadi, saat Widodo menghadiri bukber teman sekolah di sebuah hotel di Banjarmasin, hanya ia dan tiga rekan lainnya yang bertanya ke petugas hotel di mana posisi musala.

Baca juga: Kegiatan Siswa di Tanahbumbu Saat Ramadan, Hafalan Surah Hingga Belajar Bareng Santriwati Pemangkih

Harap Widodo, saat kita menggelar acara bukber, maka selain menentukan apa menunya maka yang perlu dipikirkan juga adalah tempat shalat.

"Misal bukber di hotel, pastikan ada musala di sana dan akesnya mudah, jangan tempat wudhu di lantai dasar, musholanya malah di lantai dua," katanya.

Demikian pula ketika bukber di rumah makan dan restoran, pastikan ada mushola yang bisa digunakan shalat, kemudian sampaikan hal itu di sela acara bukber sehingga peserta mengetahui.

"Bagus lagi, kordinator acara menyampaikan urutan acara salah satunya shalat berjamaah, sehingga bisa tertib beribadah," tandasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Salmah)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved