Ramadan Vibes 2026

Syiar Ramadan: Hakikat Silaturahim

Kata silaturahim tersusun dari dua kata, yaitu shilah berarti menghubungkan, to connect, dan rahim kasih saying, unconditional love.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ratino Taufik
Istimewa
Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, Menteri Agama 

Nasaruddin Umar, Menteri Agama

 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Puasa diharapkan juga untuk menggapai kekuatan silaturahim. Kata Nabi, silaturahim memperpanjang umur. Pernyataannya yang lain, silaturahim memperbanyak rezki. Dari kedua hadis ini tersirat sesuatu yang luar biasa, seolah-olah Allah SWT membukakan rahasianya kepada kita. Bukankah umur dan rezki menurut ayat dan hadis merupakan rahasia dan ditentukan langsung oleh Allah SWT.

Ada orang kaya yang sakit berikhtiar sampai keliling dunia mencari dokter superspesialis tetapi nyawanya tidak tertolong. Sementara ada orang miskin terdera kanker ganas bertahun-tahun masih tetap menjalankan aktivitas rutinnya. Ada orang mandi keringat setiap hari mencari rezeki tetapi pendapatannya pas-pasan. Sementara ada orang sekali menggores tandatangan datang rezeki bermiliar-miliar. Inilah tantangan kita di masa depan yang harus dituntaskan.

Kata silaturahim tersusun dari dua kata, yaitu shilah berarti menghubungkan, to connect, dan rahim kasih saying, unconditional love.  Menjalin kasih saying satu sama lain itulah hakikat silaturahim. Menjalin silaturahim bukan hanya dengan sesama manusia, atau sesama orang hidup, tetapi silaturahim juga dilakukan dengan sesama makhluk (ukhuwwah makhluqiyyah), baik manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan atau benda mati (tapi ingat: Tidak ada benda mati dalam kamus Tuhan, “semuanya bertasbih”). Silaturahim juga bukan hanya sesama orang hidup tetapi juga dengan keluarga dan handaitaulan yang sudah mendahului kita.

Nabi banyak mencontohkan silaturahim dengan makhluk non-manusia. Nabi Sulaiman bersahabat dengan binatang, burung, dan ikan liar. Ia juga bersahabat dengan angin, jin, dan malaikat. Mereka semua membantu menyelesaikan problem dan tantangan yang dihadapinya. Sufi perempuan Rabi’ah al-‘Adawiyah jega bersahabat dengan binatang buas dan burung liar, seperti halnya bisa kita saksikan kekhususan yang dimiliki oleh para pawang binatang buas.

Imam al-Agazali, Ibnu ‘Arabi di antara gurunya adalah roh nabi dan para aulia yang wafat jauh sebelum masa hidupnya. Nabi Muhammad memberi nama terhadap binatang peralatan sehari-harinya, seperti unta, kuda, cangkir, dan sisir. Ia juga mengajari kita memberi salam kepada rumah kosong dan kuburan.

Halal bi halal adalah local product silaturahim Indonesia yang kini mulai memasyarakat di Malaysia, Brunei, dan Singapura. Silaturahim memberikan energy spiritual untuk lebih eksis dalam menjalani kehidupan. Banyak sekali ayat dan hadis menganjurkan perlunya silaturahim. Antara lain, kata Rasulullah, silaturahim memperpanjang umur dan hadis lainnya dikatakan  silaturahim memperbanyak rezeki.

Halal bi halal sesungguhnya momentum untuk mempererat hubungan kita antara satu sama lain, terutama dalam era modern Indonesia yang banyak disibukkan dengan pemilu. Keretakan psikologis sebagai dampak pemilu dapat segera diperbaiki melalui silaturahim atau halal bi halal. Kita harus berani meminta maaf dan memaafkan orang lain yang pernah bermasalah dengan kita. Semakin berat silaturahim itu dilakukan semakin besar pula pahala yang diperoleh.

Kita sering kali mendengarkan ucapan: “Saya sudah memaafkan tetapi saya belum bisa melupakan”. Konsep silaturahim di dalam Islam tidak seperti itu, tetapi bagaimana menghapus secara total memori negatif orang lain di dalam diri kita.

Jika kita bisa melakukan seperti ini maka kita sebagai warga bangsa tentu akan berpengaruh lebih luas di dalam konsep perawatan keutuhan bangsa yang sangat penting itu. Jika pribadi dan anggota keluarga sebagai cikal bakal dan unsur masyarakat bisa akur maka masyarakat bangsa Indonesia juga akan terlihat utuh dan takkan pernah tergoyahkan sedikit pun oleh kekuatan dari manapun. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved