Selebrita
Polisi Beber Penyebab Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa di Kasus PT DSI, Ini Peran Mereka
Polisi mengungkap penyebab Dude Harlino dan Alyssa Soebandono diperiksa di Bareskrim Polri. PT DSI kini tersandung kasus dugaan penipuan Rp2,4 triliun
BANJARMASINPOST.CO.ID - Polisi mengungkap penyebab Dude Harlino dan Alyssa Soebandono diperiksa di Bareskrim Polri.
Adanya pemanggilan ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan dalam promosi bisnis PT Dana Syariah Indonesia (DSI).
PT DSI kini tersandung kasus dugaan penipuan bernilai Rp2,4 triliun.
Bersama sang istri, Alyssa Soebandono, Dude diperiksa sebagai saksi pada hari ini, Kamis (2/4/2026).
Dude dan Alyssa dimintai keterangan lantaran pernah menjadi wajah perusahaan dalam kegiatan promosi selama periode 2022 hingga 2025.
Meski diperiksa, status Dude dan Alyssa masih sebatas saksi.
Baca juga: Akui Kesalahan, Dokter Kamelia Dapat Peringatan dari Keluarga Ammar Zoni: Aku Gampang Banget Emosi
Baca juga: Nasib Dude Harlino dan Alyssa Soebandono yang Terseret Kasus PT DSI, Polisi Ungkap Status Mereka
Namun peran sebagai Brand Ambassador menjadi salah satu poin yang didalami penyidik dalam mengurai perkara yang tengah berjalan.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan agenda pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengumpulan keterangan saksi dalam perkara PT DSI.
"Pada hari ini juga dilakukan agenda pengambilan keterangan kepada beberapa saksi, saksi dalam perkara penanganan perkara PT DSI," ujar Ade Safri, dikutip Tribunnews dalam YouTube Intens Investigasi, Kamis (2/4/2026).
Ia kemudian mengungkap bahwa Dude dan Alyssa termasuk di antara saksi yang dipanggil penyidik.
"Dua di antaranya adalah DH (Dude Harlino), dan istrinya A (Alyssa Soebandono)," lanjutnya.
Lebih lanjut, Ade memaparkan bahwa keterlibatan keduanya berkaitan dengan aktivitas promosi perusahaan.
"Di mana dari fakta penyidikan yang didapatkan oleh tim penyidik bahwa kedua saksi dimaksud pernah dilibatkan ataupun terlibat dalam promosi bisnis PT DSI sebagai brand ambassador," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa posisi keduanya hingga saat ini masih sebagai saksi dalam proses penyidikan.
"Kapasitas masih sebagai saksi ya," tegas Ade.
Ade juga menambahkan bahwa keterlibatan tersebut diperkuat dari sejumlah keterangan saksi lain serta alat bukti yang telah dikumpulkan.
"Karena dari fakta penyidikan yang didapatkan oleh tim penyidik dari beberapa keterangan saksi dan beberapa bukti yang lain bahwa kedua saksi dimaksud pernah dilibatkan dalam promosi bisnis PT DSI sebagai brand ambassador."
Penyidik, lanjut Ade, akan mendalami lebih jauh aktivitas Dude dan Alyssa selama menjadi Brand Ambassador dalam kurun waktu tiga tahun tersebut.
"Nanti akan didalami terkait aktivitasnya sebagai brand ambassador sepanjang 3 tahun itu,"
Pendalaman itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang tengah diselidiki.
"Nanti seputar itu terkait dengan dugaan tindak pidana yang saat ini sedang kita lakukan penyidikan."
Ia menegaskan, seluruh keterangan yang diperoleh nantinya akan dikaitkan dengan alat bukti yang sudah ada.
"Nanti kita akan lihat keterangan yang bisa kita dapat dikaitkan dengan alat bukti yang telah didapatkan oleh tim," pungkasnya.
Komentar Dude Harlino
Sementara itu, Dude menjelaskan bahwa kehadirannya kali ini merupakan undangan resmi dari penyidik untuk memberikan keterangan.
Ia menyebut agenda pemeriksaan tersebut berkaitan langsung dengan perusahaan yang dimaksud.
"Agenda undangan keterangan yaitu terkait dengan PT DSI," ujar Dude.
Lebih lanjut, Dude mengaku ini merupakan kali pertama dirinya diminta memberikan klarifikasi dalam kasus tersebut.
Ia juga membuka kemungkinan akan ada permintaan informasi lanjutan dari pihak penyidik.
"Pertama kali dan juga mungkin nanti butuh informasi dari kita," lanjutnya.
Aktor berusia 45 tahun ini juga berharap keterangannya dapat membantu proses penyelidikan yang tengah berjalan.
"Mudah-mudahan bisa bermanfaat insyaallah," katanya.
Dalam kesempatan itu, Dude turut mengonfirmasi bahwa dirinya memang pernah menjadi Brand Ambassador PT DSI selama kurang lebih tiga tahun.
Kerja sama tersebut dimulai sejak 2022 dan berakhir pada 2025, serta kini sudah tidak lagi berjalan.
Ia menegaskan perannya hanya sebatas promosi sebagai wajah perusahaan dalam kurun waktu tersebut.
"Jadi BA dari tahun 2022 ya, 3 tahun sampai tahun 2025," tutup Dude.
Jejak Kasus dugaan Penipuan PT DSI
Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan dugaan penipuan atau fraud (kecurangan) PT Dana Syariah Indonesia.
Mereka yakni TA selaku Direktur Utama sekaligus pemegang saham PT DSI. Kemudian, MY selaku mantan Direktur PT DSI dan pemegang saham PT DSI, Dirut PT Mediffa Barokah Internasional dan PT Duo Properti Lestari.
Selanjutnya pejabat yang ditetapkan tersangka adalah ARL selaku Komisaris dan pemegang saham PT DSI.
Dalam perkembangan terbarunya, penyidik pun kembali menetapkan seorang tersangka baru dalam kasus itu. Ia adalah AS yang merupakan mantan Direktur sekaligus Founder PT DSI.
Adapun tiga tersangka sebelumnya sudah langsung dilakukan penahanan usai menjalani pemeriksaan dalam kasus yang merugikan Rp2,4 triliun itu.
Sementara, satu tersangka tambahan baru akan dilakukan pemeriksaan pada Rabu (8/4/2026) mendatang.
Bareksrim Polri telah sudah menemukan ada tindak pidana dalam kasus itu sehingga statusnya ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.
Saat ini status penanganan perkaranya di tahap penyidikan.
Dari temuan sementara, modus PT DSI yakni penyaluran pendanaan dari para Borrower (pemberi pinjaman) atau para korban yang diduga tidak sesuai dengan peruntukkannya.
Modus penggunaan proyek fiktif yang menggunakan data ataupun informasi dari Borrower Existing merupakan peminjam lama dalam ikatan perjanjian aktif dan masih dalam aktivasi angsuran aktif, digunakan kembali namanya, entitasnya, oleh pihak PT DSI ini dan kemudian dilekatkan kepada proyek yang diduga fiktif.
Adapun dari penyidikan yang dilakukan, dugaan fraud yang dilakukan oleh PT DSI yakni selama delapan tahun terakhir atau sejak 2018 silam.
Atas hal itu, sebanyak kurang lebih 15 ribu orang menjadi korban dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2,4 triliun.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)
| Minta Maaf pada Dewi Perssik, Nurul Kamaria Beber Penyebab Gugat Cerai Angga Wijaya: Gak Sesuai Visi |
|
|---|
| Sikap Sheila Dara pada Keluarga Vidi Aldiano Sepeninggal Suami Terungkap, Harry Kiss Ungkap 1 Fakta |
|
|---|
| Satu Kekesalan Ahmad Dhani pada El Rumi Jelang Menikahi Syifa Hadju Terungkap, Kini Sudah Lega |
|
|---|
| Tingkah Ayu Ting Ting Lari Terbirit-birit di Nikahan El Rumi dan Syifa Hadju Disorot, Efek Nagita? |
|
|---|
| Irish Bella Ungkap Kondisi Asli Rumah Tangga dengan Haldy Sabri: Awalnya Jadi Hal yang Ditakutkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Isu-Ceraikan-Alyssa-Soebandono-Dude-Harlino-Akhirnya-Bicara.jpg)