Thomas Cup dan Uber Cup 2026

Jadwal Final Thomas dan Uber Cup 2026 Hari Ini Mulai 15.00 WIB, LIVE TVRI?

Berikut jadwal siaran langsung final Thomas dan Uber Cup 2026 Minggu 3 Mei 2026 mulai pukul 15.00 WIB.

Tayang:
Editor: M.Risman Noor
bolasport.com
FINAL - Christo Popov menjadi salah satu andalan tim Thomas Cup 2026 Prancis yang akan tanding di laga final melawan China, Minggu 3 Mei 2026 malam. 
Ringkasan Berita:
  • China melaju ke final Uber Cup 2026 berhadapan dengan Korsel 
  • Laga final digelar Minggu (3/5/2026) pukul 15.00 WIB.
  • Korea Selatan masuk final usai menyingkirkan Indonesia

BANJARMASINPOST.CO.ID - Laga final Thomas dan Uber Cup 2026 akan digelar hari ini  Minggu (3/5/2026).

Final Uber Cup akan digelar lebih dulu mulai pukul 15.00 WIB.

Sementara untuk jadwal Thomas Cup 2026 bertempat yang sama dengan Uber di Horsens, Denmark, digelar hari ini, Minggu (3/5/2026) mulai pukul 23.00 WIB.

China berpeluang mengawingkan Thomas dan Uber Cup 2026 pada hari ini.

Baca juga: Siaran Live Trans7 Sore Hari, Ini Jadwal Race Moto3 MotoGP Prancis Jam 16.00 WIB, Ada Veda Pratama?

Baca juga: Arsenal Dapat Diskon 50 Persen Untuk Bintang Top AC Milan yang Sudah Lama Jadi Incaran PSG

China, sang raksasa Asia, sukses mengirimkan dua wakilnya ke partai final di Thomas dan Uber dengan misi mempertahankan gelar juara.

Di kubu putri, Korea berupaya untuk menghidupkan kembali memori manis 2022 dengan melawan China di final.

Sementara di sektor putra, China akan bersua dengan Prancis yang muncul sebagai kekuatan baru Eropa.

Jadwal Final Thomas & Uber Cup 2026

Minggu, 3 Mei 2026

Final Uber Cup

Pukul 15.00 WIB: China vs Korea

Final Thomas Cup

Pukul 23.00 WIB: China vs Prancis

Kedua laga final ini bisa disaksikan langsung di vidio dan saluran TV yang memegang hak siar resmi BWF.

Sementara untuk di TVRI yang biasanya menayangkan laga badminton kelas dunia belum didapat konfirmasi untuk penayangan siaran langsung.

Duel Ulangan Uber Cup 4 Tahun Lalu

Final Uber Cup 2026 menyajikan duel ulangan edisi empat tahun lalu (2022), antara China vs Korea Selatan.

China datang sebagai juara bertahan dan belum kehilangan satu partai pun di babak knockout setelah menang dominan atas Malaysia di perempat final dan Jepang di semifinal.

Korea Selatan mencapai final setelah melewati duel sengit melawan Indonesia yang berakhir dengan kemenangan bagi tim Negeri Gingseng tersebut.

Duel final Uber Cup 2026 akan digelar di Forum Horsens, Horsens, Denmark pada Minggu, (3/5/2026) pukul 15.00 WIB.

Langkah Indonesia Terhenti

Tim Uber Cup 2026 Indonesia harus mengubur asa untuk mengulangi pencapaian final di Uber Cup 2026. Ganda putri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, takluk pada laga krusial.

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum membawa misi untuk menyamakan kedudukan saat turun pada partai keempat ketika bersua wakil Korea Selatan, Jeong Na-eun/Kim Hye-jeong.

Mereka kalah dua gim langsung dari rombakan dua pemain ganda papan atas dengan skor 16-21, 18-21 pada laga yang digelar di Forum Horsens, Denmark, Sabtu (2/5/2026).

Pengembalian dari Rachel yang terhenti di net dan kemudian diikuti Febi ketika mengembalikan servis lawan memberikan keunggulan bagi lawan.

Smes keras yang dilepaskan pemain Indonesia juga menyangkut di net sehingga lawan membuka keunggulan dengan skor 3-0.

Lagi, kesalahan serupa dilakukan oleh Febi saat serangannya hanya menabrak net. Ganda Korea memanfaatkan momentum dengan menambah angka lagi untuk unggul 5-0.

Pengembalian menyilang ciamik dari Jeong Na-eun membuat Rachel/Febi masih belum memecah kebuntuan.

Lagi, smes menyilang Rachel yang melebar keluar membuat Jeong/Kim unggul 7-0.

Dorongan menyilang dari Febi akhirnya menghasilkan poin perdana bagi ganda putri Indonesia.

Rachel/Febi mulai menemukan ritme permainan mereka hingga memangkas ketertinggalan menjadi empat angka pada interval.

Jeong/Kim terus mempertahankan keunggulannya jelang akhir laga dengan selisih enam angka pada skor 19-13.

Rachel/Febi merespons dengan membalas tiga poin beruntun, tetapi angka 16 tak bertambah lagi sampai akhir laga.

Jeong/Kim merebut dua poin beruntun yang diakhiri dengan kesalahan Rachel saat pengembaliannya di depan net terlalu lemah.

Gim kedua, Rachel/Febi memulai laga lebih baik daripada gim pertama setelah memaksa skor berimbang pada 2-2.

Namun, kesalahan dilakukan Rachel/Febi cukup banyak sehingga lawan mulai membuka keunggulan dengan selisih tiga angka pada 6-3.

Rachel/Febi bahkan harus tertinggal enam angka saat memasuki interval.

Meski begitu, Rachel/Febi belum menyerah setelah mereka memperkecil ketertinggalan pada 10-13 selepas jeda.

Kerja keras Rachel/Febi membuahkan hasil untuk menyamakan kedudukan menjadi 14-14 setelah smes keras Rachel mengenai bagian tubuh lawan.

Rachel/Febi terus memberikan perlawanan hingga memaksa skor tetap berimbang pada 18-18.

Sayangnya, poin Rachel/Febi dikunci di angka 18 setelah lawan melesakkan tiga angka beruntun.

Pada laga semifinal lainnya, China berhasil mengalahkan Jepang dengan skor 3-0 dan akan menghadapi Korea pada final Uber Cup 2026.

Baca juga: Rekap Hasil dan Klasemen Akhir Grup 1 Liga 2, Garudayaksa dan Adhyaksa Tunggu PSS dan Persipura

Menanti Tuah Prancis Meruntuhkan Tembok China di Thomas Cup

Bergeser ke final Thomas Cup diwarnai fenomena baru soal Prancis.

Jika di masa lalu bulu tangkis beregu putra didominasi oleh Indonesia, China, atau Denmark, edisi 2026 menjadi panggung bagi jagoan beru Eropa.

Langkah Prancis menuju final adalah sebuah dongeng yang menjadi kenyataan.

Prancis memulai kampanye mereka dengan menjegal langkah Indonesia di fase grup, memulangkan Jepang di perempat final, hingga puncaknya mengandaskan juara bertahan 2022, India, di babak semifinal.

Kekuatan utama Prancis terletak pada trio tunggal mereka yakni Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov.

Strategi mereka mencoba mengunci kemenangan di tiga partai awal sebelum laga memasuki sektor ganda yang menjadi kelemahan mereka.

Namun, lawan yang mereka hadapi di partai puncak adalah China. Negeri Tirai Bambu memiliki skuad yang sangat merata di semua sektor.

Nama-nama seperti Shi Yu Qi, Li Shi Feng, dan Weng Hong Yang diprediksi akan menjadi batu sandungan Prancis.

Tapi, motivasi tinggi Prancis untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim semenjana bisa menjadi senjata rahasia.

(Tribunnews.com/banjarmasinpost.co.id)

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved