Berita Olahraga

Transformasi Digital Ubah Wajah Industri Olahraga, Begini Penjelasan Pengamat

Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak sektor kehidupan, termasuk industri olahraga.

Tayang:
Banjarmasin Post/Muhammad Andra Ramadhan
Dr H Noor Fathulliansyah MM, Dosen Amnus Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak sektor kehidupan, termasuk industri olahraga. 

Jika sebelumnya olahraga identik dengan pertandingan di lapangan dan tayangan televisi, kini aktivitas tersebut berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang terhubung dengan media sosial, platform digital, kecerdasan buatan, hingga perangkat pintar.

Dosen AMNUS Banjarmasin sekaligus pelaku olahraga, Dr H Noor Fathulliansyah MM menilai, transformasi digital telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari organisasi olahraga di berbagai level.

Menurutnya, digitalisasi bukan hanya mengubah cara pertandingan disiarkan kepada publik, tetapi juga memengaruhi strategi pemasaran, pengelolaan data, hubungan dengan penggemar, hingga model bisnis yang dijalankan klub maupun federasi olahraga.

"Teknologi membuat industri olahraga berkembang jauh melampaui aktivitas kompetisi. Saat ini olahraga telah menjadi sektor ekonomi yang melibatkan penyelenggaraan event, sponsorship, hak siar, penjualan merchandise, pariwisata, hingga layanan berbasis digital," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Dia menjelaskan, salah satu perubahan paling terlihat terjadi pada sektor media dan penyiaran. 

Kehadiran layanan streaming memungkinkan penggemar menyaksikan pertandingan secara langsung melalui berbagai perangkat tanpa bergantung pada siaran televisi konvensional.

Selain memperluas jangkauan penonton hingga ke pasar internasional, sistem digital membuka sumber pendapatan baru melalui langganan konten premium, iklan, serta kerja sama komersial yang lebih beragam.

Media sosial turut memainkan peran penting dalam perkembangan industri olahraga modern. 

Platform digital memungkinkan klub, atlet, dan penyelenggara kompetisi membangun hubungan yang lebih dekat dengan penggemar melalui interaksi langsung dan penyajian konten yang lebih personal.

Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi berbasis data juga semakin luas. Analisis statistik pertandingan, pemantauan kondisi fisik atlet, hingga prediksi performa kini banyak dilakukan menggunakan teknologi Big Data dan Artificial Intelligence (AI).

Dalam dunia pembinaan prestasi, perangkat wearable seperti smartwatch dan sensor olahraga membantu pelatih memperoleh data secara real time mengenai denyut jantung, tingkat kebugaran, kecepatan gerakan, hingga beban latihan atlet.

Transformasi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri olahraga. Organisasi olahraga kini dapat menjangkau pasar global tanpa batas geografis, memperluas basis penggemar, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui berbagai layanan digital.

Perkembangan e-sports juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi menciptakan cabang industri baru yang mampu menarik investasi, sponsor, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda.

Meski demikian, Noor Fathulliansyah mengingatkan, proses digitalisasi juga menghadirkan sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kesenjangan akses teknologi yang masih dirasakan organisasi olahraga dengan sumber daya terbatas. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved