Dugaan Korupsi KTP Elektronik

Pengamat Hukum Nyentrik Ini Titip Pesan kepada Setya Novanto di Sidang Keduanya

Pengamat Hukum Nyentrik Ini Titip Pesan kepada Setya Novanto di Sidang Keduanya, Apakah Itu?

Pengamat Hukum Nyentrik Ini Titip Pesan kepada Setya Novanto di Sidang Keduanya
Tribunnews.com
Pengamat hukum pidana dari Universitas Sumatera Utara, Mahmud Mulyadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pengamat hukum pidana dari Universitas Sumatera Utara, Mahmud Mulyadi berpesan kepada Setya Novanto saat jalani sidang kedua.

Ya, terdakwa Setya Novanto menjalani sidang kedua kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Sidang kedua itu beragendakan pembacaan eksepsi Setya Novanto sebagai terdakwa dan penasehat hukum atas keberatan terhadap surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pengamat hukum pidana dari Universitas Sumatera Utara, Mahmud Mulyadi, menilai sidang pembacaan eksepsi penting.

Baca: Jelang Sidangnya Besok Setya Novanto Mengeluh Alami Sakit Ini

Baca: Dua Anak Setya Novanto Sempat Mangkir, KPK Jadwalkan Panggil Lagi

Baca: Sosok Kontroversial Bakal Terdepak dari Kepengurusan Golkar, Siapa Saja Mereka?

Oleh karena itu, ia merasa, Setya Novanto perlu memanfaatkan sidang tersebut untuk mengoreksi dakwaan dari JPU.

"Jadi keseimbangan antara hak-hak terdakwa dengan hak negara untuk memberikan pembelaan," tutur pria yang juga staff pengajar di Universitas Sumatera Utara, Selasa (19/12/2017).

Setya Novanto didakwa melakukan intervensi penganggaran proyek pengadaan e-KTP yang berlangsung di DPR RI pada 2009-2013.

Halaman
123
Editor: Royan Naimi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved