Mahasiswi Ini Iklankan Layanan Seks Online Lewat Medsos, Setelah Deal Ternyata

mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Silvana Chichilia Umbingo (23) warga asal Bitung

Mahasiswi Ini Iklankan Layanan Seks Online Lewat Medsos, Setelah Deal Ternyata
net
Ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKASSAR - Unit Cyber Crime Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel berhasil membongkar sindikat penipuan iklan layanan seks online di media sosial.

Dari pengungkapan kasus itu, aparat kepolisian menangkap seorang mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Silvana Chichilia Umbingo (23) warga asal Bitung yang tinggal di Jalan Buntu Manuruki, BTN Tabaria, Blok B7, No 20 C Kota Makassar.

Turut diamankan, rekan pria Silvana, Hamka Andi Anwar alias Koko (29), warga Jalan Amirullah Bundar Nomor 8, Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani dalam keterangan persnya, Senin (15/1/2018), menjelaskan, kedua tersangka melakukan penipuan dengan modus menjajakan layanan seks online di media sosial.

Baca: Heboh Video Mesum Mirip Dirinya, Ini Jawaban Marion Jola, Tanggapan Maia Estianty Justru Pedas

Baca: Viral! Debat Fahri Hamzah dan Profesor Mahfud MD di Twitter Soal E-KTP

Setelah terjadi kesepakatan pesanan wanita penjaja seks lewat media sosial, kedua tersangka meminta bayaran ditransfer.

"Setelah uang ditransfer ke rekening tersangka, akun medsos korban kemudian diblokir agar tidak bisa konfirmasi menghubungi kembali."
"Intinya ini penipuan modus menjajakan seks online," katanya.

Dicky mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap setelah polisi menerima laporan korban dan melakukan pelacakan terkait akun sosial media yang digunakan dalam menjalankan aksi kejahatannya.

Kedua tersangka ditangkap di dua tempat berbeda pada Jumat (12/1/2018).

"Kita berupaya mengembangkan kasus ini, namun hanya dua pelaku yang berhasil terungkap."

"Dari kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa sebuah notebook merk Asus 12 inci, sebuah iPhone 6, sebuah handpohne Samsung Grand Neo, sebuah kartu ATM Bank BNI milik Silvana Chichilia," urainya.

Dicky menegaskan, kedua tersangka dijerat Pasal 28 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal tersebut yang berbunyi, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik".(KOMPAS.com)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help