Berita Banjarmasin

Kemacetan di Sungai Lulut Kian Parah, Malah Begini Sikap Pihak Berwenang

Kemacetan arus lalu lintas di kawasan Jalan Sungai Lulut kian parah, tepatnya di Jembatan Sungai

Kemacetan di Sungai Lulut Kian Parah, Malah Begini Sikap Pihak Berwenang
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kemacetan arus lalu lintas di kawasan Jalan Sungai Lulut kian parah, tepatnya di Jembatan Sungai Gardu.

Tragisnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel dan Kota Banjarmasin saling lempar kewenangan terkait upaya mengurai kemacetan tersebut.

Dishub Kalsel mengatakan, persoalan tersebut menjadi tanggungjawab Pemko Banjarmasin, meskipun fasilitas keselamatan (Faskes) sesuai status jalan.

Baca: Pengalaman Nabi Muhammad Bertemu Malam Lailatul Qadar Sampai Enggan Bangun dari Sujud

"Ingat, jalan provinsi itu status saja. Ketika jalan itu terletak di kabupaten atau kota, maka pengaturannya ya tetap tanggungjawab kabupaten atau kota," kata Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah, Senin (28/5).

Untuk jalan berstatus kabupaten atau kota, lanjut Rusdiansyah, yang mengurus faskes itu adalah kabupaten kota.

Nah, jika faskes di jalan provinsi, maka yang mengurus itu provinsi Kalsel.

Untuk pengaturan lalulintasnya tetap dinas perhubungan (dishub) atau lantas di kabupaten kota setempat.

Baca: Dahsyatnya Malam Lailatul Qadar, Ini Beberapa Kemuliaan dan Doa Khusus Malam Lailatul Qadar

Baca: Dahsyatnya Pengalaman Nabi Muhammad Saat Bertemu Lailatul Qadar Malam 27 Ramadhan Sampai Begini

Dijelaskannya, dari Jalan A Yani sampai Tanjung, Kabupaten Tabalong itu jalan nasional, itu bukan balai jalan yang mengurusnya.

Namun yang mengurus kelancaran lalulintas di Tanjung itu tetap dishub dan lantas kota setempat.

"Saat bicara trafficlight-nya dan marka jalan itu tanggungjawab Balai Jalan," terangnya.

Rusdiansyah meminta Dishub Kota Banjarmasin untuk tidak salah mengerti soal kewenangan ini.

Begitu juga soal penanganan kemacetan dan kesemrawutan di kawasan Lulut itu tetap tanggungjawab Dishub Kota Banjarmasin.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help