Berita Unik
Tradisi Suku Fore Makan Otak Manusia, Ternyata Supaya Leluhur Memberkahi Mereka
Suku Fore melakulannya sebagai ritual pemakaman, setelah dua hari meninggalnya keluarga.
Penulis: Restudia | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Suku Fore di Papua Nugini jadi sorotan karena tradisinya memakan daging manusia atau kanibalisme.
Tradisi suku Fore, memakan daging dari keluarga yang telah meninggal dunia.
Suku Fore melakulannya sebagai ritual pemakaman, setelah dua hari meninggalnya keluarga.
Keluarga pria makan daging dan wanita memakan otak.
Baca: Live Trans TV dan Trans7! Ini Cara Nonton Live Streaming Piala Dunia 2018 Lewat HP
Dilansir wikipedia, kanibalisme yang dilakukan suku Fore adalah bagian dari kepercayaan yang mereka yakini.
Suku Fore percaya bahwa tanah tempat mereka tinggal atau bagina hidup dan menciptakan kehidupan di dunia.
Bagina yang menciptakan leluhur atau disebut amani dan melahirkan suku Fore.
Baca: Head to Head & Prediksi Skor Prancis vs Peru Grup C Piala Dunia 2018 Live Trans TV, Pogba Main
Suku Fore meyakini ada lima jiwa, auma, ama, aona, yesegi, dan kwela.
Ketika seseorang meninggal, suku Fore melakukan ritual untuk memastikan bahwa setiap jiwa mencapai tujuan yang tepat.
Setelah kematian, auma atau aspek-aspek baik dari seseorang akan melakukan perjalanan ke kwelanandamundi, tanah orang mati.
Untuk membantu auma mencapai kwelanandamundi, anggota keluarga akan meninggalkan makanan dengan jenazah.
Dua hingga tiga hari setelah kematian, jenazah bisa dimakamkan atau dimasak dan dimakan.
Jika dimakan, jiwa keluarga yang meninggal dipercaya memberkahi daging dan otak yang dimakan keturunannya.
Jiwa Aona adalah kemampuan khusus yang akan diturunkan kepada keturunan yang disukai oleh keluarga yang meninggal dunia.
Sementara jiwa yesegi, atau kekuatan leluhur akan diteruskan kepada semua anak.