Berita Banjarmasin

Driver Online ini Kaget, Ternyata Penumpangnya Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Taksi online semua tidak menyadari bahwa orderan yang akan dilayaninya tersebut adalah mengantar jenazah.

Driver Online ini Kaget, Ternyata Penumpangnya Orang yang Sudah Meninggal Dunia
Istimewa
Taksi online membawa penumpang yang sakit parah. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Adalah fakta bahwa beralihnya warga dari sebelumnya menggunakan jasa ambulan mengantar jenazah beralih ke jasa taksi online. Hal itu diperkuat dengan adanya sejumlah taksi online ini pengantaran jenazah dari kamar mayat.

Taksi online semua tidak menyadari bahwa orderan yang akan dilayaninya tersebut adalah mengantar jenazah. Baru tau setelah pemesan menaikkan rekannya yang sudah jadi mayat.

Seperti yang dialami oleh Farid. Salah satu anggota Forum Driver Online (FDO) Kalsel tersebut menyebutkan bahwa kejadiannya tersebut sudah hampir dua pekan lalu.

Baca: Munding Aji Pelihara 10 Piton Raksasa, Salah Satunya Syahrini yang Ditawar Hingga 150 Juta

Namun kejadian itu tidak akan dilupakannya sebab yang diantarnya adalah jenazah. Tentu yang mesan ke aplikasi online bukan jenazahnya, melaikan temannya yang ingin mengantarkan jenazahnya di dari kamar jenazah ke Banjarbaru.

"Waktu itu posisinya duta Mall sekitar pukul 12.30 wita. Dapat order di PMI RSUD Ulin. memang tidak langsung di kamar mayat sih. Saya samperin, ketemu sama si pemesan online. Kemudian si pemesan mau memasukkan pria yang berada di atas kursi roda dan lokasinya di Kamar jenazah kebetulan PMI bersampingan memang. Lalu saya samperin dan saya coba bantu naikkan pria yang dikursi roda tersebut. Saya sempat curiga Kok dingin tubuhnya dan mejamkan mata. Ketika saya tanya, kemudian si pemesan mengaku kalau yang dikursi roda sudah tidak bernyawa," cerita Farid ke Banjarmasin Post, Rabu (11/7/2018).

Karena tau bahwa itu mayat yang baru saja meninggal, maka Farid pun sontak kaget. Setelah tak lama berfikir dia tetap saja mengambil orderan tersebut. Tujuan antarnya ke Lik-Liangangang Banjarbaru.

"Saya jujur terpaksa ambil sebab jika menolak, maka performa akan turun apalagi pas itu posisi dipoint terakhir. Kalau di-cancel dia harus cari tiga point atau trip angkutan lagi. Sedangkan waktu dan point sangat turun terus. Kalau tau jenazah dari awal mungkin saya berfikir ulang," kata dia.

Sesuai aplikasi di taksi online biasanya tarif ke Banjarbaru tidak sampai 100 ribu. Anggota keluarga pun bersyukur malam malam tersebut merasa sangat terbantu dengan adabnya ambulan. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved