Serangan Buaya Sungai Mentaya

Digigit Buaya Sepanjang 5 Meter di Sungai, Kaki Tasman Remuk

Monster ganas Sungai Mentaya yang menghuni Pulau Lepeh dan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur kembali memangsa warga bantaran sungai.

Penulis: Fathurahman | Editor: Rendy Nicko
istimewa
Korban Tasman, sesaat setelah kakinya remuk di serang buaya Sungai Mentaya. Buaya Ganas yang menyerangnya diperkirakan berukuran hampir lima meter, Sabtu (14/7/2018), subuh menjelang pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Monster ganas Sungai Mentaya yang menghuni Pulau Lepeh dan Pulau Hanaut Kecamatan Pulau Hanau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah yakni Buaya Muara yang dikenal agresif,  kembali memangsa warga bantaran Sungai Mentaya.

Kali ini, Tasman (45), seorang Warga Desa Penyaguan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) , Kalteng, yang selama ini menggeluti usaha pembuatan tepung sagu.

Dia diserang seekor buaya ganas diperkirakan memiliki panjang hampir lima meter , Sabtu (14/7) subuh menjelang pagi.

Baca: Pernikahan Dini Bocah Tapin, Diputus Tidak Sah Secara Agama dan Negara, Ini Alasannya

Saat itu Tasman lupa jika ada pemberitahuan berupa larangan dari BKSDA Kalteng dan Lurah setempat, agar warga tidak melakukan aktivitas di Sungai Mentaya karena diperkirakan terdapat ratusan buaya muara ganas yang menghuni Pulau Lepeh dan Pulau Hanaut  tersebut.

Bukan hanya itu,  pada dua pulau itu, bahkan juga hidup "Datuk Buaya" yang panjangnya diperkirakan hingga 12 meter yang kerap muncul berseliweran di sungai mencari mangsa, buaya tersebut pernah beberapa kali dilihat langsung oleh Kepala Desa Pulau Hanaut, Ardiansyah dan warganya.

Baca: Jelang Laga Final Piala Dunia 2018 Kroasia Vs Prancis, Dua Hewan Ini Lakukan Ramalan

Baca: Ingin Tahu Ramalan Zodiak untuk Minggu 15 Juli 2018, Berikut Penjelasannya

Informasi terhimpun menyebut, subuh itu, Tasman sedang turun ke sungai dari rumahnya di bantaran ke sungai di sekitar jamban untuk mencuci muka, dan saat itu sama sekali tidak menyangka, seekor buaya besar secara tiba-tiba menyerangnya.

"Kaki beliau yang  sempat digigitnya, dan hampir saja buaya itu menarik dan membawanya ke dalam sungai, untung saat itu dengan cepat, Tasman menarik kakinya sehingga, bisa lepas dari mulut buaya sehingga akhirnya buayanya pun kabur," ujar Aliya (44) tahun dan anaknya Rifki (28).

Baca: Dua Pemain Ini Berpeluang Geser Harry Kane untuk Bawa Pulang Sepatu Emas Piala Dunia 2018

Lolos dari mulut buaya ganas Sungai Mentaya, Tasman pun langsung berteriak minta tolong saat di batang jamban (WC), sehingga akhirnya dibantu oleh istri dan anaknya serta warga untuk dievakuasi ke rumahnya yang ada di daratan ,bantaran Sungai. 

Awalnya, dikira kaki korban tidak mengalami luka serius, tetapi setelah di larikan ke Puskesmas setempat dan diperiksa, ternyata tulangnya remuk dan diperkirakan harus diamputasi sehingga oleh pihak puskesmas kemudian dilarikan ke RS Murjani Sampit, 50  km dari TKP dan harus menyeberang sungai menuju Pelabuhan Samuda, untuk mendapat pertolongan lebih intrnsif terhadap kaki Tasman tersebut.

(www.banjarmasnpost.co.id/ faturahman)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved