Berita Banjarmasin

Ini Penjelasan Partai dan KPU Kalsel Soal Ada Caleg yang Masih Daftar Caleg 2019

Tasriq Usman, masuk dalam rekap hasil indetifikasi potensi calon terpidana korupsi anggota DPR Provinsi, DPRD Kabupaten Kota

Ini Penjelasan Partai dan KPU Kalsel Soal Ada Caleg yang Masih Daftar Caleg 2019
banjarmasin post group/ nurkholis huda
Ketua DPW PKB Zairulah Azhar serahkan berkas bakal Caleg DPRD Kalsel kepada Ketua KPU Kalsel, Edy Ariansyah, Sabtu (14/7/2018). 

BANJARMASINBPOST, BANJARMASIN - Nama Tasriq Usman, masuk dalam rekap hasil indetifikasi potensi Calon Terpidana Korupsi anggota DPR Provinsi, DPRD Kabupaten Kota oleh Bawalu RI.

Dari deretan ratusan Bakal Calon Legislatif tersebut untuk level Provinsi Kalimantan Selatan hanya ada satu yakni Tasriq Usman yang dicalonkan dari Partai Kabangkitan Bangsa (PKB).

Dikonfirmasi hal tersebut, sekertaris DPW PKB Kalsel, Hormansyah menjelaskan hal tersebut hendaknya dilihat kemudian apakah kemudian masih ada tidaknya di Daftar Calon Sementara.

"Ya nanti saja lah dilihat sendiri, ada tidak nama beliau di DCS," kata Hormansyah, dihubungi Banjarmasin post, Jumat (27/7/2018).

Baca: Hasil ICC 2018, Mo Salah Cetak Gol, Liverpool Kalahkan Manchester City dengan Skor 2-1

Adapun Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, mengemukakan bahwa KPU taat pada ketentuan hukum yang berlaku. Setiap partai politik harus memenuhi persyaratan pengajuan daftar bakal calon.

Termasuk membuat dan menandatangani fakta Integritas terkait partai politik telah melakukan seleksi bakal calon anggota DPRD secara demokratis dan terbuka, tidak menyertakan mantan terpidana korupsi, kejahatan seksual terhadap anak, atau Bandar Narkoba.

"Jika ternyata terdapat bakal calon anggota DPRD yang kontradiksi dengan Pakta Integritas yang dibuat oleh masing-masing partai politik peserta pemilu pengaju maka Bakal calon tersebut dinyatakan Belum Memenuhi Syarat," kata Ketua KPU Kalsel, Edy Ariansyah

Menurut dia, terhadap bakal calon anggota DPRD yang statusnya mantan terpidana koruptor, kejahatan seksual terhadap anak, atau bandar narkoba yang dinyatakan belum memenuhi syarat pada masa verifikasi kelengkapan dan keabsahan syarat calon dimaknai tidak memenuhi sarat parpol dapat mengajukan calon pengganti.

Baca: Di ICC 2018, Arsenal Kalah dari Atletico Madrid, Pelajaran untuk Unai Emery

"Partai politik dapat mengajukan calon pengganti terhadap Bakal Calon yang tidak memenuhi syarat tersebut pada tahapan Perbaikan daftar calon dan syarat calon serta pengajuan bakal calon pengganti anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yaitu mulai tanggal 22 - 31 Juli 2018," ujarnya.

Dijelaskan Edy, bahwa nama bakal calon yang sudah dilakukan verifikasi kemarin dan ternyata mantan terpidana koruptor, kejahatan seksual terhadap anak, atau Bandar Narkoba tentu tidak sampai ke DCS.

"Harus diganti di tahap perbaikan ini. KPU tidak pernah publikasi nama Bakal Calon yang mantan terpidana koruptor, kejahatan seksual terhadap anak, atau Bandar Narkoba disertai nama partai politiknya sebagian-sebagian. KPU menyampaikn hasil verifikasi administrasi syarat calon secara langsung kepada masing-masing partai politik peserta Pemilu tahun 2019 sesuai ketentuan yang berlaku. Bahkan jumlah mantan terpidana koruptor yang menjadi bakal calon bukan satu orang, bukan satu partai politik. Terdapat 3 bakal calon dan lebih dari satu partai politik.

Baca: Ahmad Dhani Anggap Wajar Artis Pindah Partai dan Terima Mahar Politik

"Menyangkut nama yang dipublikasi Bawaslu tersebut silahkan dikonfirmasi dan diklarifikasi kepada Bawaslu untuk mendapatkan akurasi data. Karena data hasil verifikasi KPU tidak satu orang, melainkan 3 orang," lontar Edy Ariansyah.

Ditegaskan Edy Ariansyah, pihak KPU menegaskan bahwa sampai hari ini (kemarin) masih tahap perbaikan. Belum masuk tahap penyusunan dan pengumuman daftar Calon sementara (DCS).

"Ketika tiba waktu tahapan dan jadwalnya maka DCS pasti diumumkan. (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help