Berita Hulu Sungai Tengah

Warga Natih Pelatihan Sapta Pesona Pariwisata dan Sadar Wisata untuk Mendukung Ekowisata

Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Kalimantan masih berada di Desa Natih.

Warga Natih Pelatihan Sapta Pesona Pariwisata dan Sadar Wisata untuk Mendukung Ekowisata
BANJARMASINPOST/HANANI
Warga Desa Natih saat diberikan latihan penyelematan oleh BPSLH bekerjsama dengan Federasi Arung Jeram Kalsel, saat menggunakan perahu karet untuk arung jeram di Sungai Natih, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Selain mendapatkan wawasan dan ilmu tentang arung jeram, pengoperasian perahu karet hingga standar keselamatannya di sekolah lapang arung jeram, warga Desa Natih, Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah di bawah organisasi Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Natih juga mendapat wawasan tentang kepariwisataan mendukung desa tersebut sebagai kawasan ekowisata.

Sejak Kamis hingga Sabtu (28/7/2018) Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Kalimantan masih berada di Desa Natih, untuk materi khusus Ekowisata.

Untuk ekowisata tersebut, menurut Panitia Penyelenggara, Agus Karyono dan Afrian Nurdjaman dari PPBKL Wilayah Kalimantan, pihaknya mengundang instruktur dari Bogor dan Bandung.

Baca: Link Live Streaming Indosiar PSMS Medan vs Bali United Pekan 18 Liga 1 2018 via Streaming Vidio.com

"Setelah dilatih mengoperasikan perahu karet dan dan standar keselamatan saat arung jeram oleh Federasi Arung Jeram Indonesia Kalsel, masyarakat Natih diberikan ilmu mengelola wisata, tentang Sapta pesona dan sadar wisata,"kata Agus Karyono kepada Banjarmasinpost.co.id. \

Disebutkan, dalam kepariwisataan, yang dijual adalah jasa, sehingga harus memberikan palayanan yang baik kepada pengujung.

Di desa Natih sendiri, jelas Agus, pelayanan tamunya belum terorganisir. Jika dulu Natih hanya ramai dikunjungi Sabtu dan Minggu, sejak ada arung jeram, hampir tiap hari ada kunjungan wisatawan.

Baca: Setelah Raib 21 Tahun, Mobil James Bond di Film Goldfinger ini Akhirnya Ditemukan

"Saat pengunjung banyak itu, pengelola harus siap melayani full, memberikan pelayan prima wisata petualangan, "tambah Afrian.

Dijelaskan, sadar wisata merupakan partisipasi seluruh komponen masyarakat mendukung suasana kondusif, untuk berkembangnya kepariwisataan di desa tersebut dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sadar wisata tersebut dijabarkan dalam Sapta pesona, yaitu menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan tenang, tertib dan disiplin waktu, menaati aturan, menciptakan kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menyajikan perlengkapan makanan dan minuman yang bersih, termasuk penampilan petugas yang rapih.

Baca: Prediksi Susunan Pemain & Link Live Streaming Barito Putera vs Madura United Liga 1 2018 Pekan 18

Selain itu menciptakan kesejukan, antara lain menjaga memelihara alam yang hijau, menjaga keindahan vegetasi, bersikap ramah dan sopan santun sebabagi tuan rumah, serta menghargai dan tolerasi kepada wisatawan.

Yang tak kalah penting, memberikan kesan dan kenangan indah bagi wisatawan. Contohnya dengan mengangkat keunikan budaya setempat, serta menyediakan cinderamata menarik dan khas untuk dibawa pulang.

Ketua LPHD Natih, Arbain mengatakan pihaknya bersama masyarakat siap menerapkan ilmu yang telah diberikan selama satu minggu pelatihan di desa tersebut.

Secara bertahap, jelas Arbai kekurangan dalam pelayanan selama ini akan diperbaiki.

Soal cinderamata, warga Kecamatan Batangalai Timur punya kerajinan gelang simpai serta anyaman bakul bermotif khas Dayak Meratus. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved