Berita Batola

Dijemput Ambulan, Biaya Operasi Penderita Tumor Desa Tanjung Harapan Ditanggung APBD Batola

tim dinas kesehatan ingin menjemput Anita, penderita tumor selama 16 tahun untuk dibawa ke rumah sakit secara lengkap.

Dijemput Ambulan, Biaya Operasi Penderita Tumor Desa Tanjung Harapan Ditanggung APBD Batola
edi nugroho
Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola saat menerima Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Batola M Hatta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Batola sudah menyiapkan mobil ambulance untuk menjemput Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola.

“Iya ini sudah kita siapkan mobil ambulane untuk menjemput Anita,” kata berterimakasih Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Batola M Hatta, Kamis (2/8/18).

Dijelaskannya, tim dinas kesehatan ingin menjemput Anita, penderita tumor selama 16 tahun untuk dibawa ke rumah sakit secara lengkap.

Baca: Pelajar SD di Batola Digigit Buaya, Warga Diminta Jangan Buang Limbah Ayam ke Sungai

Kabupaten Batola, sambungnya, punya dua ahli bedah bedah tumor di rumah sakit. Masalah penyakit Anita ini sudah diketahui oleh Kandikes, Direktur Rumah Sakit Marabahan, dan Ibu Bupati Batola. Bahkan, Ibu Bupati minta tim dinkes menjemput Anita untuk diobati.

Baca: LIVE STREAMING TVRI World Badminton Championship 2018 Kamis 2 Agustus 2018 di TVRI.co.id

“Kita siap memberikan pelayanan sebaik-baiknya. Pengobatan Anita akan ditanggung APBD Kabupaten Batola,” katanya.

Rasa putus asa terpancar dari ucapan, Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola. Berbagai jalur pengobatan baik medis dan non medis telah diupayakan, namun juga membuahkan hasil.

Baca: Semarak HUT ke-47 Banjarmasin Post, Pimpinan Redaksi: Bpost Telah Bertransformasi!

“Mau dipotong tangan pun sudah siap. Asalkan sembuh. Kondisi saya jadi seperti ini karena terkendala biaya untuk operasi. Saya sudah tidak tahan menggigil, panas dan sakit nyeri luar biasa,” kata Anita, di rumahnya saat menerima kedatangan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Batola M Hatta, Rabu (1/8/18) kemarin.

Dijelaskan Anita, beberapa tahun silam dirinya sudah ke salah satu rumah sakit dan pihak rumah sakit menyatakan penyakitnya harus diamputasi di ruman sakit Kota Malang. Namun biaya untuk operasi tidak ada.

“Namanya petani, mana ada uang untuk operasi dengan biaya Rp 32 juta,” keluh Anita. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved