Pilpres 2019

Internal Partai Golkar Diklaim Terpecah di Pilpres 2019, Fadel Muhammad : Kami Kecewa

Rupanya pemilihan Ma'ruf Amin sebagai Cawapres di Pilpres 2019 berdampak. Khususnya di internal Partai Golkar.

Internal Partai Golkar Diklaim Terpecah di Pilpres 2019, Fadel Muhammad : Kami Kecewa
KOMPAS/Hendra A Setyawan
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad mengikuti pertemuan dengan ribuan anggota Fraksi Partai Golkar seluruh Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2013). Pertemuan tersebut untuk pemantapan strategi pemenangan Partai Golkar pada pemilu legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2014.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Calon presiden di Pilpres 2019 Joko Widodo telah mengumumkan cawapresnya adalah Ma'ruf Amin.

Namun rupanya pemilihan Ma'ruf Amin sebagai Cawapres di Pilpres 2019 berdampak. Khususnya di internal Partai Golkar.

Hal itu diungkap Politisi Partai Golkar Fadel Muhammad di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Selasa (21/8/2018).

Baca: Tenggelam di Pilpres 2019, Ternyata Gatot Nurmantyo Diminta Sandiaga Uno Merapat ke Kubu Prabowo

Dia menyayangkan munculnya nama Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Menurut dia, Golkar selaku partai yang menyatakan dukungan kepada Jokowi sejak awal berharap bisa mendapatkan posisi cawapres.

"Golkar telah menentukan memilih Jokowi. Dan kita sebenarnya mengharapkan dan berusaha agar Golkar yang diambil jadi wapres," katanya.

Baca: Reaksi TGB Terkait Polemik Status Bencana Gempa di Lombok, Jusuf Kalla : Tidak Ada Bedanya

"Kita bikin gerakan besar ke seluruh Indonesia, ongkosnya mahal supaya ketua umum Golkar yang diambil. Tapi tidak ternyata. Kita kecewa," jelasnya.

Fadel mengatakan, kekecewaan itu memuncak karena Golkar tidak hanya mendukung Jokowi untuk maju kembali di 2019 melainkan juga mendukung lancarnya roda pemerintahan Jokowi di parlemen.

"Saya sebagai dewan pembina kecewa. Kok bukan Golkar yang diambil. Selama ini kita di DPR di parlemen itu mati-matian bela Jokowi. Kita lebih bela dari pada PDI-P. Saya bisa berani bantah-bantahan. Tapi kita kecewa," terangnya.

Baca: Siapkan Tim Khusus di Pilpres 2019, Facebook Akan Filter Informasi yang Beredar Soal Capres-Cawapres

Akibat Jokowi memilih Ma'ruf Amin, sambung Fadel, internal Golkar saat ini pecah.

Sebagian ada yang fokus pada Pilpres untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai salah satu partai pengusung.

Sebagian lainnya akan fokus pada Pileg untuk menjaga suara Golkar. Sebab menurutnya, suara Golkar terancam merosot karena tidak memiliki kader yang menjadi calon presiden ataupun wakil presiden.

Baca: Jika Ahok Bergabung ke Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019, LSI : Yakinkan Pemilih Atau Jadi Bumerang

"Ya sudahlah kalau dia ambil Ma'ruf silakan. Tapi Golkar sekarang jadi pecah. Pecah setengahnya itu, sudahlah kita urus legislatif sendiri dan kita tidak dapat keuntungan dari Jokowi," tuturnya. "Yang lain sebagian urus Presiden deh. Dapat berapa kursi kita tidak tahu," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fadel Muhammad Sebut Golkar Pecah karena Jokowi Gandeng Ma'ruf Amin"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help