Ekonomi dan Bisnis

Mayoritas Emiten Catatan Kenaikan Laba Semester Pertama 2018, Begini Saran Analis

Pada sektor perbankan dan finance tercatat 19 emiten berhasil bukukan kenaikan laba dibanding semester pertama 2017.

Mayoritas Emiten Catatan Kenaikan Laba Semester Pertama 2018, Begini Saran Analis
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kegiatan analis dan investor pasar modal di BEI Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah ketidakpastian perekonomian dunia yang terjadi hampir di sepanjang Tahun 2018 ini, banyak emiten nasional masih bukukan keuntungan.

Dari catatan laba-rugi emiten di semester pertama 2018 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), banyak emiten yang bukukan kenaikan laba dibanding semester pertama Tahun 2017.

Pada sektor perbankan dan finance tercatat 19 emiten berhasil bukukan kenaikan laba dibanding semester pertama 2017.

Diantaranya Bank Rakyat Indonesia Persero (BBRI) yang bukukan laba Rp 14,89 triliun dibanding sebelumnya Rp 13,42 triliun.

Laba Bank Mandiri Persero (BMRI) juga naik dari Rp 9,46 triliun menjadi Rp 12,18 triliun di semester pertama 2018.

Baca: Ustadz Abdul Somad Batalkan Jadwal Ceramahnya di Jatim, Jateng dan Yogyakarta, Sebut Hal Ini

Baca: Kata-kata Indah Isyana Sarasvati Usai Berfoto Bersama Siwon Super Junior, Bunga Citra Lestari?

Baca: Raffi Ahmad Peluk DJ Dinar Candy, Billy Syahputra Bereaksi Seperti Ini, DJ Candy Balas Merangkul

Sektor telekomunikasi mencatatat 8 dari 19 emiten catatkan kenaikan laba, diantaranya PT Surca Cipta Media (SCMA) dari Rp 839 miliar menjadi Rp 844 miliar.

Selain itu PT Tower Bersama Infrastrukur (TBIG) juga alami kenaikan laba dari Rp 374 miliar menjadi Rp 403 miliar.

Pada sektor konsumer dan farmasi, ada 17 emiten yang alami kenaikan laba dari 27 emiten terdaftar di sektor ini.

Diantaranya oleh HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang bukukan laba Rp 6,11 triliun dibanding semester pertama 2017 yaitu Rp 6,05 triliun. Kimia Farma Tbk (KAEF) catatkan laba Rp 122 miliar naik dari Rp 95,07.

13 dari 29 emiten industri ritel juga alami kenaikan laba, diantaranya dicatatkan Ramayana Lestari Sentosa (RALS) yaitu Rp 486 miliar dari Rp 369 miliar dan juga oleh Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang bukukan laba Rp 218 miliar dari Rp 75,57 miliar.

Sektor konstruksi juga didominasi emiten yang bukukan kenaikan laba dimana 7 dari 13 emiten sektor ini berhasil raup laba lebih banyak.

Baca: Jonatan Christie Pilih Via Vallen Ketimbang Ayu Ting Ting Saat Diminta Memilih, Netizen Pun Riuh

Baca: Sempat Merasa Tua, KH Maruf Amin Kembali Muda Hadapi Pilpres 2019 Gara-gara Mahathir Mohamad

Baca: Australia dan Dua dari Asia, Jadi Pesaing Indonesia untuk Tuan Rumah Olimpiade 2032

Diantaranya oleh Waskita Karya Persero Tbk (WSKT) dengan laba Rp 2,99 triliun naik dari Rp 1,28 triliun dan Wijaya Karya Persero Tbk (WIKA) yang catatkan laba Rp 517 miliar naik dari Rp 436 miliar di semester pertama 2017 lalu.

Walaupun menjadi cacatan positif, namun Analis RHB Sekuritas Banjarmasin, Supian masih sarankan para investor untuk sabar melihat kondisi pasar dan tidak masuk dengan aset terlalu besar.

"Mengingat ada ancaman sentimen negatif dari keadaan perekonomian Argetina bisa ada imbas ke kita (IHSG), jadi wait and see dulu," kata Supian. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved