B Focus Urban Life

Perusahaan Kayu Berhenti Beroperasi, Karyawan Dirumahkan, Ekonomi Warga Sekitar Terkena Dampaknya

Tutupnya perusahaan kayu lapis di wilayah Banjarmasin dan Batola juga berdampak terhadap perekonomian lokal.

Perusahaan Kayu Berhenti Beroperasi, Karyawan Dirumahkan, Ekonomi Warga Sekitar Terkena Dampaknya
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tutupnya perusahaan kayu lapis di wilayah Banjarmasin dan Batola juga berdampak terhadap perekonomian lokal.

Karena banyak toko dan kios yang tutup, seiring banyaknya karyawan yang dirumahkan maupun di-PHK.

Di Banjarmasin memiliki sedikitnya enam perusahaan kayu lapis yang setiap hari beroperasi, seperti PT Hendratna Plywood, Surya Satria Timur, Gunung Meranti, Wijaya Plywood serta PT Basirih Plywood.
Sebagian perusahaan itu tutup total.

Baca: Kata-kata Indah Isyana Sarasvati Usai Berfoto Bersama Siwon Super Junior, Bunga Citra Lestari?

Tiga masih beroperasi, namun tidak seperti dulu.

Mano, mantan karyawan PT Hendratna Plywood) mengatakan, era 90-an, perusahaan tempat dia bekerja cukup eksis, sehingga perusahaan yang berada di ujung Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menampung lebih 600 karyawan yang bekerja secara bergantian siang dan malam.

Baca: Donghae Super Junior Tepati Janji Lakukan Goyang Dayung Jokowi, Closing Ceremony Asian Games 2018

"Saat itu permintaan kayu lapis dari luar negeri sangat tinggi, sehingga perusahaan terus produksi," terangnya.

Begitu halnya Fatur. Dia bekerja di bagian produksi PT Gunung Meranti di Kecamatan Banjarmasin Selatan selama 10 tahun, kehidupan ekonominya meningkat.

Namun seiring berjalannya waktu, perlahan perusahaan mengurangi produksi dan juga merumahkan sebagian karyawannya.

Baca: Jonatan Christie Pilih Via Vallen Ketimbang Ayu Ting Ting Saat Diminta Memilih, Netizen Pun Riuh

Dulu saat perusahaan kayu masih beroperasi, jalan di sepanjang perusahaan terdapat kios yang menjual sembako.

Dan kios-kios itu selalu ramai dikunjungi karyawan guna memenuhi keperluan hidup keluarga.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help