Jokowi Diminta Mundur Jadi Presiden RI Karena Nilai Tukar (kurs) Rupiah Melemah, Ini Alasannya

Joko Widodo (Jokowi) diminta mundur sebagai Presiden RI setelah nilai tukar (kurs) rupiah terus melemah.

Editor: Murhan
tribunnews.com
Presiden Indonesia Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2018 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis(16/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Joko Widodo (Jokowi) diminta mundur sebagai Presiden RI setelah nilai tukar (kurs) rupiah terus melemah.

Permintaan Jokowi mundur sebagai presiden itu dilontarkan Ketua Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean meminta Jokowi mundur sebagai Presiden RI ini disampaikan melalui laman Twitternya @LawanPoLitikJW, Selasa (4/9/2018).

Ferdinand meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pengunduran diri sebelum negara terbengkalai karena penguatan dolar AS.

Baca: Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Anjlok, Tagar #RupiahLongsorJokowiLengser Trending Topic di Twitter

Baca: 6 Langkah Menjaga Keuangan Stabil Saat Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Melemah Capai Rp 15.032 Per Dolar

Baca: Komentar Presiden Jokowi Soal Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Sampai Sentuh 15 Ribu Per Dolar

Baca: Perjalanan Cinta Habib Usman bin Yahya dan Kartika Putri, Awalnya Guru dan Murid, Lalu Menikah

Baca: Pembelaan Dul Jaelani Saat Mulan Jameela Diolok Ketika Maia Estianty dan Ahmad Dhani Bersama

Baca: Komentar 2 Mantan Istri Habib Usman bin Yahya yang Menikahi Kartika Putri, Nida: Semoga Bahagia

Baca: Ustadz Abdul Somad Beri Syarat Pihak yang Mengudang Ceramah, Salah Satunya Soal Politik

Ferdinand yakin rakyat tidak mau menjadi korban karena pemerintah telah salah dalam mengurus negara.

"Jika pemerintah sudah tak punya kebijakan lagi untuk menahan laju dolar, sebaiknya sebelum negara ini mangkrak, kami minta Jokowi umumkan pengunduran diri.

Bangsa ini ada 260 jt lebih manusia, saya yakin mereka tidak mau jadi korban hanya karena pemerintah salah urus negara," tulis Ferdinand melalui akun Twitternya @LawanPoLitikJW.

Pada unggahan sebelumnya, Ferdinand juga memberikan komentar terkait melemahnya nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 15.029 per dolar AS.

Ferdinand mempertanyakan soal intervensi dari Bank Indonesia.

Dirinya juga menyindir Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan memberikan ucapan selamat.

Baca: Bulan Muharram Termasuk Al-Asyhurul Hurum, Simak Penjelasan Serta Amalan Baik yang Bisa Dikerjakan

Baca: Istri Sunu Matta, Suci Singgung Soal Nikah Siri yang Dilakukan Diam-diam, Sindir Siapa?

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Akan Dibuka, Perhatikan Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasarnya

Dalam unggahan tersebut, Ferdinand menyertakan foto rupiah dalam kurs dolar.

"Grafik ini menunjukkan tdk ada penurunan. Artinya bahwa intervensi sdh tak mampu menahan laju Dolar. Atau kah mungkin sama sekali tidak ada intervensi dr BI? Selamat untuk pak Jokowi atas prestasi ini. Bapak menyamai Soeharto, SBY dulu tak mampu bikin Dolar 15 rb." tulis akun @LawanPoLitikJW.

Diberitakan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus angka Rp 15.029, pada Selasa (4/9/2018) malam.

Seperti dikutip dari Kursdollar.net, hingga pukul 19.20 WIB nilai tukar rupiah mencapai Rp 15.029 per dolar AS.

Petugas menghitung mata uang dolar AS yang ditukar warga di Golden Money Changer, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung.
Petugas menghitung mata uang dolar AS yang ditukar warga di Golden Money Changer, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung. (tribun jabar)

Sebelumnya pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (3/9/2018), menurut data Bloomberg.com, rupiah melemah ke level Rp 14.815 per dolar AS.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved