Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Anjlok, Tagar #RupiahLongsorJokowiLengser Trending Topic di Twitter

Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dollar AS melemah. Hari ini, Rabu (5/9/2018) rupiah mencapai Rp 15.000.

Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Anjlok, Tagar #RupiahLongsorJokowiLengser Trending Topic di Twitter
screenshot Twitter
Tagar Rupiah Longsor Jokowi Lengser trending topic nomor 2 di Twitter 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dollar AS melemah. Hari ini, Rabu (5/9/2018) rupiah mencapai Rp 15.000.

Melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar ini membuat banyak warga Indonesia cemas dan kecewa. Pasalnya, bisa dipastikan ini akan berimbas terhadap kenaikan harga-harga.

Mereka kecewa terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan menuntut sang presiden segera lengser. Di Twitter, tanda pagar atau hashtag #RupiahLongsorJokowiLengser menjadi trending topic nomor dua pada Rabu (5/9/2018) sore.

Jika diklik, isinya adalah protes dan kekecewaan rakyat terhadap melemahnya rupiah terhadap dollar AS dan pemerintahan Jokowi yang dinilai tak mampu membendungnya.

Baca: Jokowi Diminta Mundur Jadi Presiden RI Karena Nilai Tukar (kurs) Rupiah Melemah, Ini Alasannya

Baca: 6 Langkah Menjaga Keuangan Stabil Saat Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Melemah Capai Rp 15.032 Per Dolar

Baca: Siapakah Habib Usman bin Yahya Menikahi Kartika Putri, Lihat 5 Faktanya, Terkait Raffi Ahmad

Baca: Maia Estianty Tampil Berjilbab Setelah Disebut Ingin Ikuti Mulan Jameela Berhijab oleh Ahmad Dhani

Baca: Jersey Edisi Khusus 30 Tahun Barito Putera, Hasnur : Warna Merah Karena Ingin Bernostalgia

Baca: Hotman Paris Hutapea Doakan Warga Banjarmasin Agar Semakin Kaya, Warganet Malah Fokus ke Cincinnya

Dari pantauan Banjarmasinpost.co.id, terdapat 13,3 ribu cuitan tentang ini di Twitter.

Dikutip dari Kompas.com dalam berita diterbitkan Rabu (5/9/2018), Presiden Joko Widodo menegaskan, pelemahan nilai tukar terhadap dollar Amerika Serikat bukan hanya terjadi terhadap rupiah saja, tetapi juga mata uang negara lain.

"Tidak hanya negara kita, Indonesia, yang terkena pelemahan kurs, tidak hanya Indonesia," ujar Jokowi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018).

Menurut Jokowi, pelemahan rupiah saat ini lebih disebabkan sentimen dari eksternal, seperti kenaikan suku bunga The Fed, perang dagang antara China dan Amerika Serikat dan krisis yang melanda Turki serta Argentina.

"Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi. Saya kira yang paling penting kita harus waspada, kita harus hati-hati," ujar Jokowi.

Untuk menguatkan rupiah kembali, menurut Jokowi, pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi di sektor fiskal, moneter, industri, dan para pelaku usaha.

Halaman
1234
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help