Ekonomi dan Bisnis

Kadivre Bulog Kalsel Tegaskan Kalsel Bukan Tujuan Impor Beras, Petani Diimbau Tak Khawatir

Keran impor beras Indonesia pada Tahun 2018 mencapai total 2 juta ton dan dibagi menjadi beberapa tahap.

Kadivre Bulog Kalsel Tegaskan Kalsel Bukan Tujuan Impor Beras, Petani Diimbau Tak Khawatir
banjarmasinpost.co.id/acm
Pedagang beras lokal di Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keran impor beras Indonesia pada Tahun 2018 mencapai total 2 juta ton dan dibagi menjadi beberapa tahap.

Terakhir, pada Bulan Agustus 2018 pemerintah kembali datangkan 1 juta ton beras impor untuk penuhi kuota impor 2 juta ton tahun ini.

Namun, walaupun beras impor terus datang, Kepala Divre Bulog Kalimantan Selatan (Kalsel), Awaludin Iqbal nyatakan petani lokal di Kalsel tidak perlu khawatir berasnya tidak akan diserap Bulog.

Baca: Aplikasi Instagram Down Alias Error di Indonesia, Juga Terjadi di Negara-negara Ini

Menurutnya Kalsel saat ini bukan merupakan tujuan impor beras dan Bulog masih membuka lebar penyerapan beras petani lokal penuhi target penyerapan beras lokal Kalsel sebesar 22 ribu ton.

"Kalsel memang bukan tujuan impor (beras), Indonesia ini satu kesatuan jadi kalau sudah jadi beras Bulog bisa didistribusikan ke daerah mana saja yang perlukan," kata Iqbal.

Baca: Pelamar CPNS 2018 di Tapin Yang Mendaftar Secara Online di Sscn.Bkn.go.id, Sudah 781 Orang

Soal pengaruhnya pada harga beras, menurutnya pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015 sudah tetapkan harga pembelian beras di Gudang Bulog Rp. 7.300 dengan fleksibilitas harga hingga Rp 8.030 perkilogram untuk batas bawah.

Sedangkan untuk harga batas atas, pembelian di Gudang Bulog ditetapkan Rp 9.950.

Baca: Didi Riyadi Betah Menjomblo, Ternyata Ayu Ting Ting Kriteria Istri Idamannya

Karena itu, fluktuasi harga diatas batas tersebut di pasar terbuka menurutnya merupakan hasil dari mekanisme dan dinamika perdagangan terkait keseimbangan permintaan dan persediaan.

"Tapi yang kita lihat kalau di Kalsel harga beras lokal di pasar juga sudah cukup tinggi ada yang sampai Rp 11 ribu perkilogram," kata Iqbal.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved