Berita Batola

Kecamatan Anjir Pasar Digoyang Api, Camat Minta Warga Selalu Perhatikan Ini

“Iya, kita minta warga mencek kondisi kelistrikan rumah masing-masing melalui instlatir resmi"

Kecamatan Anjir Pasar Digoyang Api, Camat Minta Warga Selalu Perhatikan Ini
edi nugroho
TIGA rumah di kawasan Km 14,5 Kecamtan Anjir Pasar, Kabupaten Batola ludes diamuk api, Rabu (3/10/18) sekitar pukul 09:30 Wita lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Camat Anjir Pasar M Husaini, menghimbau warga Kecamatan Anjir Pasar untuk selalu mencek kondisi kelistrikan rumah masing-masing. Jika memang istalasi listrik dirasa kurang aman, sebaiknya segera mencek ke instalatir resmi.

“Iya, kita minta warga mencek kondisi kelistrikan rumah masing-masing melalui instlatir resmi. Kebakaran tiga rumah di kawasan Km 14,5 Kecamtan Anjir Pasar, Kabupaten Batola ludes diamuk hantu api, Rabu (3/10/18) menjadi momen kewaspadaan kita semua. Mari kita cek kondisi kelistrikan masing-masing,” kata Husaini, Kamis (4/10/18).

Si jago merah sendiri kembali mengamuk. Tiga rumah di kawasan Km 14,5 Kecamtan Anjir Pasar, Kabupaten Batola ludes diamuk hantu api, Rabu (3/10/18) sekitar pukul 09:30 Wita lalu.

Baca: Dokter Bedah Plastik Tompi Buka Rahasia: Semua Orang Bisa Seperti Ratna Sarumpaet

Hanya dalam waktu setengah jam tiga rumah yang masih satu keluarga, yakni Guru Sarmani, Muhriansyah dan Ibu Hairiyah ludes terkabar.

Untungnya dalam musibah kebakaran yang juga meluluhlantakan toko pancarekenan milik satu satu anggota keluarga tersebut tak menimbulkan korban jiwa.

Baca: Prabowo Sebut Ratna Sarumpaet Mengalami Tekanan Kejiwaan atau Depresi

Abdul Rasyid, salah satu anak keluarga korban kebakaran mengaku melihat awal mula api berasal dari atap salah satu tiga rumah yang terbakar.
Pagi itu, Rasyid sedang menikmati makan di dalam rumah.

Tiba-tiba dari atap rumah seperti ada kepulan asap yang lama-kelamaan makin membesar. Lama kelamaan asap itu berubah menjadi merah dan api tampak berkobar di dalam rumah. Bara api dari kayu pun jatuh ke lantai rumah.

Baca: Kabut Asap, Garuda Indonesia Geser Jadwal Penerbangan, Ini Perubahan Jamnya

“Saya yang saya ingat cuma satu. Mamah saya dalam keadaan sakit di dalam rumah. Saya pun berteriak minta tolong. Api sudah mengepung seluruh rumah,” katanya.

Rasyid melihat sejumlah tetangga menerobos bara api dan menggendong orangtuanya ke luar rumah. Dirinya pun lari menerobos api untuk menyelamatkan diri karena semua bagian rumah sudah menjadi merah.

“Api cepat sekali membakar tiga rumah yang dihuni sekitar 11 anggota keluarga. Alhamdulillah kendaraan roda dua sempat diselamatkan,” katanya.

Dijelaskan Rasyid, uang milik mamahnya Rp7 juta tak sempat diselamatkan. Rencana uang itu mau dibawa pulang ke Amuntai. Sementara uang Rp2 juta miliknya juga terbakar. Sementara uang kakak sekitar Rp20 juta juga menjadi abu.

“Jadi total uang terbakar sekitar Rp29 juta yang terbakar. Uang itu kami ikhlaskan dan yang penting kami selamat. Toko kelontong milik kakaknya, Salasiah juga ludes terbakar,” katanya.(banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved