Pilpres 2019

Peneliti Sebut Suara Prabowo-Sandiaga Akan Tergerus di Pilpres 2019 Gara-gara Hoaks Ratna Sarumpaet

Blunder politik dilakukan Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait kasus hoaks pengroyokan Ratna Sarumpaet.

Peneliti Sebut Suara Prabowo-Sandiaga Akan Tergerus di Pilpres 2019 Gara-gara Hoaks Ratna Sarumpaet
kompas.com
Calon presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers terkait dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet, di kediaman pribadinya, Selasa (2/10/2018) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kasus hoaks atau berita bohong kasus penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet berujung penangkapan dan penahanan aktivis perempuan itu oleh kepolisian. Ratna Sarumpaet resmi ditahan oleh Polda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018).

Dilansir dari Tribunnews.com, Sabtu (6/10/2018), blunder politik yang dilakukan Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait kasus hoaks pengroyokan Ratna Sarumpaet membuat persepsi publik pada pasangan nomor urut 02 menjadi tidak cukup baik.

Menurut Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung, Muradi, hal itu berkaitan dengan berita bohong yang terviral dan disampaikan oleh sebagian elit politik dari pasangan Prabowo-Sandi.

Termasuk juga kata dia, Prabowo dan Sandiaga yang bersama elit politik lainnya hingga melakukan konferensi pers dan mengecam aksi pengroyokan tersebut yang ternyata hoaks.

"Kecerobohan dalam politik bisa saja menjadi hal yang biasa. Namun jika berkali-kali dilakukan dan nampak kesulitan untuk mengklarifikasi dan cenderung menyalahkan lawan politik hanya akan membuat posisi dan penerimaaan publik makin negatif," ujar Muradi kepada Tribunnews.com, Jumat (5/10/2018).

Baca: Resmi! Ratna Sarumpaet Ditahan Imbas Kebohongan Publik, Statusnya Tersangka

Baca: Fadli Zon Puji Akting Ratna Sarumpaet, Cerita Gara-gara Foto Terbuai Hoax Ratna Soal Dianiaya

Hal inilah, menurut dia, diyakini akan membuat posisi Prabowo-Sandiaga tidak cukup kompetitif dalam mengarungi Pilpres 2019 mendatang.

Lebih lanjut ia menyebut ada tiga penegas mengapa potensi elektabilitas Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 akan tergerus.

Pertama, ia mengatakan, respon bersifat reaksioner atas sejumlah fenomena dan klaim ‘play victim’ dari elit politik yang tidak melalui mekanisme kros cek atas informasi Yang diserap mengakibatkan informasi tersebut menjadi diragukan kebenarannya dan mengarah ke informasi bohong.

Kedua, kemampuan untuk mengelola isu dan program yang ditampilkan tidak dalam posisi yang tepat. 
Menurut dia, hal ini mengarah kepada kemungkinan memanfaatkan isu yang diragukan kebenarannya. 
Dan kasus hoaks Ratna Sarumpaet, ia melihat, bagian dari puncak atas kecerobohan yang terus menerus dilakukan selama ini.

Dan yang ketiga adalah penegasan asal beda dari calon lain mengakibatkan posisi dari masing-masing pasangan calon berada pada perbedaan pijakan politik.

"Pembelahan ini pada akhirnya menguatkan perbedaan diantara keduanya, sehingga apapun hal yang dianggap bisa men-downgrade masing-masing calon dengan segala potensi yang ada," jelasnya.

Baca: Ustadz Abdul Somad Sentil Suap Seleksi CPNS, Cek Pelamar Link sscn.bkn.go.id Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Formasi CPNS 2018 Menghilang di Link sscn.bkn.go.id, Pelamar Pendaftaran CPNS 2018 Resah, BKN?

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help