Berita Internasional

Kuburan Massal Ditemukan di Libya, Isinya Mencapai Berisi 75 Jenazah

Disampaikan juru bicara dewan kota Sirte, Mohamad al-Amial, kuburan massal itu ditemukan di kawasan pertanian Al-Daheir di wilayah barat kota.

Kuburan Massal Ditemukan di Libya, Isinya Mencapai Berisi 75 Jenazah
Daily Mail
Kelompok ISIS merilis foto aksi mereka membakar alat musik drum di gurun pasir dekat kota Derna, Libya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SIRTE - Sebuah kuburan massal ditemukan di dekat bekas benteng kelompok militan di Libya barat. Diperkirakan ada sekitar 75 jenazah yang dimakamkan di kuburan tersebut.

Disampaikan juru bicara dewan kota Sirte, Mohamad al-Amial, kuburan massal itu ditemukan di kawasan pertanian Al-Daheir di wilayah barat kota.

"Sebanyak 75 jenazah yang telah membusuk ditemukan di dalam kuburan," kata al-Amial kepada AFP, Rabu (10/10/2018).

"Pembongkaran kuburan massal telah dilakukan dengan disaksikan oleh jaksa penuntut umum, pasukan keamanan kota Sirte dan organisasi Bulan Sabit Merah," tambahnya.

Baca: Dituntut 5 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar, Ini Lima Poin Pembelaan Roro Fitria

Menurut al-Amial, penemuan kuburan massal tersebut telah dilakukan beberapa hari lalu dan diyakini puluhan jenazah yang berada di dalamnya merupakan anggota dari kelompok ISIS. Namun demikian, tidak ada konfirmasi atas pernyataan tersebut.

Kelompok ISIS telah menyerbu Kota Sirte di Libya, sekitar 600 kilometer arah timur Tripoli, pada Juni 2015.

Baca: Tidak Dijenguk Fadli Zon Cs di Polda, Ratna Sarumpaet: Enggak masalah

Pasukan pemerintah bersatu yang didukung PBB telah berhasil mengusir ISIS dari kota di pesisir pantai tersebut pada Desember 2016, setelah melalui pertempuran mematikan selama delapan bulan.

Sisa-sisa dari kelompok ISIS di Libya telah mundur ke pos-pos yang ada di gurun.

Meski telah terusir dari Libya, sisa sel-sel ISIS telah mengklaim sejumlah serangan di negara itu, salah satunya serangan bunuh diri September lalu di markas besar perusahaan minyak nasional di Tripoli yang menewaskan dua orang.

Baca: Jokowi Batalkan Kenikkan Harga Premium, Sekjen Gerindra: Tapi Barangnya Susah Dicari

ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Mei lalu yang menargetkan komisi pemilihan negara dan menewaskan 14 orang.

ISIS dianggap telah mengambil keuntungan dari kekerasan yang terjadi di Libya setelah penggulingan diktator Moamer Gadhafi oleh pasukan NATO pada 2011.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help