Kriminalitas Banjarmasin

Hasilkan Rp 200-600 Ribu Semalam, PSK Ini Tetap Beroperasi Meski Kena Razia Satpol PP Banjarmasin

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin kembali menggelar razia anak jalanan, gelandangan dan PSK, Kamis (11/10/2018)

Hasilkan Rp 200-600 Ribu Semalam, PSK Ini Tetap Beroperasi Meski Kena Razia Satpol PP Banjarmasin
Banjarmasinpost.co.id/Nurus Syobah
ilustrasi/ Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin melakukan razia terhadap PSK, Pengemis dan Manusia Gerobak, Kamis (7/6/2018) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin kembali menggelar razia anak jalanan, gelandangan, dan wanita tuna susila (wts) atau yang lebih dikenal dengan pekerja seks komersial (PSK), Kamis (11/10/2018) dini hari.

Razia yang digelar selama dua jam dari pukul 02.30 hingga 04.30 Wita, terjaring 17 WTS. Satu diantaranya adalah Atie (46).

Perempuan asal Handilbakti ini ini sebelumnya juga pernah terjaring razia serupa pada Jumat (5/10) dini hari. Belum genap sepekan dibebaskan, Atie kembali terjaring razia.

Atie bahkan sudah tiga kali terjaring razia serupa. Atie mengaku tak bisa berbuat apa-apa selain menjadi WTS. Kebutuhan hidup yang semakin banyak membuatnya tak bisa meninggalkan profesi ini.

Baca: Daftar Sanksi Komdis PSSI untuk Arema FC Imbas Rusuh Suporter Arema FC vs Persebaya Liga 1 2018

Baca: BKN Umumkan Unggah Ulang Dokumen Pendaftaran CPNS 2018 di link sscn.bkn.go.id, Cek di Sini!

Ia mengaku sudah menjadi janda dan tak memilik penghasilan pasca bercerai. Ia mengaku tak punya keahlian lain selain menjadi WTS. Dibeberkannya, dalam semalam ia mampu mengantongi sebesar Rp 200 hingga Rp 600 ribu.

Namun, menjadi WTS tak saban malam ia lakoni. Ia mengaku hanya keluar saat tak memiliki uang.   Usai dikumpulkan di halaman gedung DPRD Kota Banjarmasin seluruh WTS yang terjaring dibawa ke Rumah Singgah Baiman di Jalan Gubernur Soebarjo, untuk didata dan diberikan bimbingan.

Sebenarnya, razia WTS yang terjaring muka lama bukan hal baru. Setiap kali razia, Satpol PP selalu mendapatkan wajah-wajah lama untuk terjaring. Seperti halnya pada Jumat (5/10) lalu, WTS muka lama yang terjaring sebanyak tiga orang. Razia, kemarin menjaring lima muka lama termasuk Luna dan Atie.

Baca: 8 Fakta Yuli Sumpil, Aremania yang Disanksi Komdis PSSI Terkait Rusuh Laga Arema FC vs Persebaya

Baca: Angkutan Pelajar Ceria Mulai Beroperasi di Banjarmasin Sejak 1 Oktober, Begini Harapan Para Supirnya

Kepala Bidang Penertiban Umum Satpol PP Kota Banjarmasin, Dani Matera, razia ini akan terus dilakukan hingga Banjarmasin tertib.

Dijelaskannya, razia tersebut ini untuk menegakkan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 12 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis serta Tuna Susila.

“Ya ini kegiatan rutin yang kami kerjakan untuk mengantisipasi persoalan sosial di Banjarmasin. Hasil yang kami dapatkan semuanya WTS. Kalau anak jalanan tak ada kami temukan,” katanya.

(banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved