Bilik Asmara di LP Sukamiskin

Jawaban Kalapas Sukamiskin Soal Adanya Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu yang Dikelola Napi

Jawaban Kalapas Sukamiskin Soal Adanya Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu yang Dikelola Napi

Jawaban Kalapas Sukamiskin Soal Adanya Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu yang Dikelola Napi
(KOMPAS.com/AGIE PERMADI)
Kalapas Sukamiskin, Tejo Herwanto tengah menjelaskan soal kamar lapas Setya Novanto Lebih Besar dibanding kamar tahanan lainnya di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (17/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dugaan adanya bilik asmara untuk berhubungan suami istri antara napi dengan suami atau istri yang menjenguk di Lapas Sukamiskin, Bandung dan dikemukakan penyidik KPK dibantah oleh Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto.

Tejo membantah dugaan adanya kamar khusus atau bilik asmara untuk kencan atau bilik suami istri dengan luas 2x3 meter di Lapas Sukamiskin.

Isu adanya bilik asmara dibuat oleh terpidana kasus suap pejabat Bakamla, yakni Fahmi Darmawansyah suami dari Inneke Koesherawati.

‎"Selama saya bertugas tidak ada ruangan yang dimaksud," bantah Tejo saat dihubungi via ponselnya, Rabu (5/12/2018), seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Liga 1 2018 Pekan 34 : Persija vs Mitra Kukar FC, Persebaya vs PSIS

Baca: Selain Inneke Koesherawati, Artis & Model Seksi Ini Berminat Gunakan Bilik Asmara di Lapas

Baca: Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu Dikelola Suami Inneke Koesherawati, Jaksa KPK : Istimewa

Baca: Survei : Isu Pilpres 2019 Terkait Prabowo-Sandiaga Uno Justru Untungkan Jokowi-Maruf Amin

Baca: 8 Kesamaan Dua Pria di Hidup Maia Estianty, Ahmad Dhani dan Irwan Mussry Ayah Al Ghazali El Rumi Dul

Menurut dia, sejak menjabat menjadi kalapas yang dihuni mayoritas terpidana korupsi itu, ia sudah mengecek seluruh ruangan.

Namun, tidak ada ruangan dimaksud jaksa KPK dalam persidangan terdakwa eks Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (5/12/2018).

"Seluruh ruangan dipergunakan sesuai peruntukannya. Tidak ada ruangan khusus tersebut," tegas Tejo.

Sebelumnya terungkap di sidang dakwaan Kalapas Sukamiskin lama. Isu adanya bilik khusus asmara tersebut terungkap dalam persidangan kasus gratifikasi dengan terdakwa eks Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (5/12/2018) dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa KPK.

Dalam persidangan tersebut terungkap adanya sejumlah kemewahan dan keistimewaan bagi para terpidana tertentu di Lapas Sukamiskin.

Baca: Kondisi Istri Zumi Zola Berbalik 180 Derajat Jelang Vonis Pengadilan, Jualan Jilbab?

Baca: Sudah Jadi Istri Irwan Mussry, Maia Estianty Sebut Pelakor Depan Dul Jaelani, Untuk Mulan Jameela?

Baca: Bantahan Roy Marten ke Mbah Mijan, Usai Gading Ingin Cepat Cerai dari Gisel, Dewi Sandra Ikut Bicara

Dalam sidang dakwaan itu, dikatakan jaksa, Wahid juga membolehkan Fahmi membangun saung dan kebun herbal di dalam areal lapas serta membangun ruangan berukuran 2x3 meter persegi yang dilengkapi dengan tempat tidur.

"Salah satunya untuk melakukan hubungan badan suami-istri, baik itu dipergunakan Fahmi saat dikunjungi istrinya maupun disewakan Fahmi kepada warga binaan lain dengan tarif sebesar Rp 650 ribu sehingga Fahmi mendapatkan keuntungan yang dikelola oleh Andri Rahmat," ujar Jaksa KPK Trimulyono Hendardi. ‎

Andri Rahmat sendiri merupakan terpidana kasus pembunuhan yang menjalani pidana penjara selama 17 tahun.

Andri Rahmat mendapatkan gaji Rp 1,5 juta dari Fahmi sebagai asisten untuk membereskan ruangan Fahmi. Andri juga jadi terdakwa dalam kasus gratifikasi Wahid Husen di berkas terpisah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kalapas Sukamiskin Bantah Adanya Bilik Kencan yang Dibangun Napi"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved