Berita Banjarbaru

Kasus Pelanggaran Pemilu 2019, Caleg dan Kepsek Sama-sama Menyesal dan Menangis di Persidangan

Kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019 masuk ke meja hijau. Selasa (22/1/2019) adalah sidang perdana.

Kasus Pelanggaran Pemilu 2019, Caleg dan Kepsek Sama-sama Menyesal dan Menangis di Persidangan
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Sidang perdana kasus dugaan pelanggaran kampanye Pemilu 2019 masuk ke meja hijau di PN Banjarbaru. Selasa (22/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019 masuk ke meja hijau. Selasa (22/1/2019) adalah sidang perdana.

Dimana dari tersangka, kini keduanya yang terseret kasus itu sudah menjadi terdakwa.

Kedua terdakwa dalam kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu yang dilakukan Seorang caleg Partai Golkar Banjarbaru Rizali Hadi dan Kepala Sekolah SDN 2 Guntung Manggis Nurdin.

Dalam sidang kemarin, setelah mendengarkan keterangan awal juga tampak dihadirkan saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum.

Sidang terpantau dipimpin oleh majelis hakim Vivi Indrasusi Siregar sebagai Ketua Majelis Hakim yang didampingi dua hakim yakni Umar Yazi dan Ahmad Faisal Munawwir. Sidang dilaksanakan di Ruangan Cakra Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru, Selasa (22/1) pukul 09.00 Wita.

Baca: Seleksi CPNS 2019 Dibuka Maret Bersamaan dengan PPPK? Simak Jadwal dan Persyaratannya

Baca: Pengumuman KemenPan-RB! 100 Ribu lowongan CPNS Dibuka Maret 2019, untuk Kalsel?

Baca: Seleksi CPNS 2019 Dibuka Maret Bersamaan dengan PPPK? Simak Jadwal dan Persyaratannya

Ketika dimintai keterangan oleh Majelis Hakim, dua terdakwa tindak pidana pemilu menangis saat diminta keterangan majelis sidang.

Dihadapan para hakim, terdakwa oknum caleg Rizali Hadi mengaku atas kasus ini dirinya telah mendapat teguran dari pimpinan Partai Politik yang dinaunginya. Ia juga menyesali perbuatannya sembari menitikan air mata.

"Saya sudah ditegur dari pimpinan atas kasus ini. Saya meminta tolong kepada saudara Nurdin terkait kalender mengatas namakan sebagai pembina adiwiyata dan dilatar belakangi kenal dekat. Saya menyesal," kata Rizali Hadi.

Senada dengan Rizali, Kepala SDN 2 Guntung Manggis Nurdin juga ikut meneteskan air mata. Ia mengaku tidak mengetahui adanya Undang-Undang Pemilu dan pasrah menunggu keputusan Majelis Hakim.

"Saya menyesal, saya tidak tau adanya UU pemilu. Saya hanya bisa menunggu keputusan pengadilan terkait sanksi atas kasus ini" lobtarnya.

Sidang selanjutnya akan di jadwalkan Rabu (24/1) besok dengan agenda rencana tuntutan dan sidang putusan pada hari Kamis (25/1) . (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved