Ekonomi dan Bisnis

Daging Beku Dianggap Solusi Pengendalian Inflasi, BI Bersama Bulog dan Pemko Banjarmasin Lakukan Ini

Daging Beku Dianggap Solusi Pengendalian Inflasi, BI Bersama Bulog dan Pemko Banjarmasin Lakukan In

Daging Beku Dianggap Solusi Pengendalian Inflasi, BI Bersama Bulog dan Pemko Banjarmasin Lakukan Ini
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Ilustrasi / Warga berjejal membeli daging sapi beku impor di halaman Disperindag Kalsel, Kamis (9/6/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebagai upaya melakukan stabilisasi harga, sosialisasi konsumsi daging beku menjadi program yang difokuskan Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Bulog Divisi Regional (Divre) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Kepala BI Perwakilan Kalsel, Herawanto mengatakan, daging beku saat ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat sebagai bahan pangan. Di Banjarmasin, jumlah konsumsi daging beku mengalami peningkatan, namun disebutkan dia belum signifikan.

"Hampir di semua swalayan, sekarang sudah menggunakan daging beku. Keunggulannya dari segi harga relatif terjangkau, terjamin kehalalannya dan higienis," tutur Herawanto kepada Banjarmasinpost.co.id.

Kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras pada semester II 2018 lalu menyebabkan kenaikan inflasi  secara keseluruhan. Karena itu Herawanto mengatakan pihaknya perlu melakukan upaya untuk mengantisipasi gejolak komoditas tersebut.

Baca: SAKSIKAN! LIVE INDOSIAR - Link Live Streaming Persija Jakarta vs Borneo FC di Piala Presiden 2019

Baca: Hasil PSS Sleman vs Madura United : Skor Babak Pertama 0-1, Tanpa Ditemani Brigata Curva Sud (BCS)

Baca: Peramal Tarot Sebut Dalam Pernikahan Syahrini dan Reino Barack, Mantan Luna Ada Keterpaksaan

Dijelaskannya, satu metode untuk memenuhi lonjakan permintaan daging ayam ras tersebut melalui penyediaan pasokan daging ayam ras beku yang tersedia secara kontinu serta memenuhi standar kesehatan (higienitas) dan kualiatas produk yang baik.

"Namun saat ini penyediaan daging ayam ras beku di Banjarmasin masih terkendala belum adanya cold storage (gudang pendingin) yang memadai dan preferensi masyarakat yang masih cukup besar terhadap konsumsi ayam potong," imbuh dia.

Hal ini sejalan dengan program dari Bulog Divre Kalsel yang menggencarkan mutu dan penjualan salah satu produknya, yakni daging beku impor sapi dan kerbau.

"Saat ini kami masih sediakan daging sapi dan kerbau impor beku, untuk daging ayam beku masih belum, tapi kami berupaya siapkan pemenuhan permintaan stoknya pada 2019 ini," terang Kabulog Divre Kalsel, Akhmad Kholisun.

Ditambahkannya, harga daging beku cukup terjangkau, alternatif bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi daging namun kemampuan secara finansial kurang.

"Harga saat ini di kisaran Rp 80.000 per kilogram, lebih murah daging segar di pasaran sekitar Rp 137 ribu per kilogram," imbuhnya.

Baca: Penjelasan Dinas Pendidikan Tapin Soal UNBK 2019, Ahlul Janah : 100 Persen SMPN Sudah Menerapkan

Selama Januari-Februari, daging yang sudah terjual rata-rata 12 ton, selama Maret ini, Bulog Kalsel menyediakan 20 ton dalam momen haul Guru Sekumpul, jika masih kurang dikatakan Kholisun, pihaknya siap untuk menambah stok sebagai langkah antisipasi permintaan tambahan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin, Lily Dwiyanty mengharapkan konsumsi daging beku dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Sebelum ramadan kami akan sosialisasi di lima kecamatan, ASN lingkup Pemko Banjarmasin, dan sekolah-sekolah untuk daging beku ini. Kami juga akan menggandeng tukang pemotong ayam di Banjarmasin agar dapat pula memproses daging segar menjadi daging beku," tukas dia.

(banjarmasinpost.co.id/ Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved