Gladi Resik UNBK di Kalsel

Ikut Gladi Resik UNBK di Tanjung, 2 Hari Naik Pikap, Orangtua Siswa SMPN 5 Haruai Dijatah Bawa Beras

Siswa SMPN 5 Haruai berjumlah 37 orang dan yang mengikuti UNBK berjumlah 16 orang rencananya dibawa naik mobil pikap sehari sebelum jadwal simulasi.

Ikut Gladi Resik UNBK di Tanjung, 2 Hari Naik Pikap, Orangtua Siswa SMPN 5 Haruai Dijatah Bawa Beras
Capture Banjarmasin Post
Harian Banjarmasin Pos Edisk Kamis, 7 Maret 2019 Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Gladi resik ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP akan digelar 18 sampai 19 Maret 2019.

Untuk mengikuti gladi resik termasuk UNBK nantinya, ternyata tidak mudah. Puluhan siswa dari sejumlah sekolah pinggiran di Kalimantan Selatan (Kalsel), harus menempuh jarak puluhan kilometer dan bahkan menginap di rumah warga.

Siswa SMPN 5 Haruai di Desa Panaan, Kecamatan Bintang Ara, Tabalong yang akan melaksanakan UNBK dan gladi resik UNBK di SMKN 2 Tanjung Desa Kitang Kecamatan Tanjung, harus berjuang naik pikap melewati jalan rusak di pelosok menuju ke Kota Tanjung.

Jarak antara SMPN 5 Haruai dan SMKN 2 Tanjung cukup jauh, memerlukan perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Itupun jika jalan yang dilewati tidak sedang rusak parah akibat turun hujan. Jalan yang dilewati merupakan jalan tanah yang terdapat banyak kubangan, bahkan jika kerusakan sangat parah mobil tidak bisa melintas.

Baca: Tak Ada Jaringan Internet, Gladi Resik UNBK di Kalsel, Pelajar Menginap di Rumah Dinas Kadisdik

Kepala Sekolah SMPN 5 Haruai Syahrian mengatakan pihak sekolah saat ini sudah mempersiapkan kegiatan simulasi UNBK.

Siswa SMPN 5 Haruai berjumlah 37 orang dan yang mengikuti UNBK berjumlah 16 orang rencananya dibawa menggunakan mobil pikap sehari sebelum jadwal simulasi.

"Tapi melihat cuaca dan kondisi jalan, jika beberapa hari sebelumnya curah hujan tinggi biasanya jalan tidak bisa dilewati dan terpaksa masing masing keluarga mengantarkan menggunakan sepeda motor, karena adanya hanya pikap terbuka sehingga jika hujan siswa akan kehujanan," ujarnya, Rabu (6/3/2019).

Pihak sekolah telah merapatkan hal ini dengan orangtua wali, dan salahsatu orangtua wali bersedia meminjamkan satu buah rumah milik sanak saudara yang saat ini tidak ditempati. Sehingga 16 siswa nantinya akan menginap di rumah tersebut.

Nantinya sekolah akan mengirimkan pendamping, beberapa orangtua wali juga ada yang mewakili untuk ikut serta dan memberikan pengawasan.

Baca: Gara-gara Foto Ini, Mantan Istri Ahmad Dhani, Maia Estianty Hamil Anak Pertama dengan Irwan Mussry

Persiapan juga telah dilakukan untuk makan para siswa. Rencananya untuk pagi hari siswa akan dibelikan makanan karena harus sudah ada di ruang simulasi UNBK pada pukul 07.30 Wita.

"Kalau untuk makan siang dan makan malam rencananya masak sendiri, orangtua wali yang ikut akan membawa beras dan bahan makanan mentah. Sedangkan untuk sayuran dan lauk membeli di sekitar tempat menginap," ujarnya.

Sementara untuk pembiayaan menginap di Desa Kitang, Tanjung selama dua malam, sekolah bekerjasama dengan orangtua wali. Untuk transportasi dibantu pihak sekolah, sedangkan biaya makan dan keperluan lain disediakan orangtua murid.

Pihak sekolah juga menyediakan anggaran sekitar Rp 2 juta untuk memberi operator, teknisi dan jaga malam sebagai bantuan bagi para petugas yang membantu proses UNBK di SMKN 2 Tanjung. (ogi/nia)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved