LifeStyle

Mau Ubah Bentuk Wajah Kamu Tanpa Sayatan? 'Bedah Molekuler' Mungkin Jadi Solusi

Para peneliti baru saja memperkenalkan bedah molekuler dalam American Chemical Society (ACS) Spring 2019 National Meeting & Exposition

Mau Ubah Bentuk Wajah Kamu Tanpa Sayatan? 'Bedah Molekuler' Mungkin Jadi Solusi
Rachel Qu, Anna Stokolosa, Charlotte Cullip
Teknik baru yang noninvasif ini bisa mengubah bentuk jaringan tanpa sayatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Para peneliti baru saja memperkenalkan bedah molekuler dalam American Chemical Society (ACS) Spring 2019 National Meeting & Exposition. Teknik tersebut digadang-gadang akan bisa menyaingi teknik bedah plastik tradisional.

Tentunya, Anda sudah tidak asing lagi dengan bedah plastik yang selama ini digunakan bidang medis untuk transformasi bentuk wajah. Namun dengan bedah molekuler digadang-gadang lebih bakal lebih ramah.

“Kami membayangkan teknik baru ini sebagai prosedur rendah biaya yang bisa dilakukan dengan anestesi lokal. Secara total, prosesnya butuh waktu lima menit,” ujar Michael Hill, PhD, salah satu peneliti utama studi, seperti dilansir dari Phys.Org, Selasa (2/4/2019).

Pada intinya, bedah molekuler menggunakan jarum-jarum kecil, aliran listrik dan cetakan tiga dimensi untuk membentuk ulang jaringan hidup dengan cepat. Proses ini tidak menggunakan sayatan sama sekali sehingga tidak akan meninggalkan bekas luka dan tidak memerlukan waktu pemulihan.

Baca: Akhirnya, Go-Jek Raih Status Decacorn, Kalah 1 Miliar Dollar AS dari Seterunya Grab

Baca: Denny Sumargo Sebut Chelsea Islan Wanita Idamannya: Densu: Kalau Ketemu Curhat dan Ngobrol

Baca: Surabaya Bukan Lagi Kota Bagi Perokok, Bila Sembarangan Denda Seperempat Juta Siap Menanti

Selain digunakan untuk tujuan kosmetik, teknik ini juga menjanjikan untuk dijadikan solusi bagi masalah-masalah lainnya, seperti deviasi septum dan kontraktur sendi.

Para peneliti mengakui bahwa sebetulnya, sudah ada teknik untuk mengubah bentuk tulang rawan tanpa sayatan, yakni dengan menggunakan laser infrared untuk melunakkannya. Namun, teknik itu tergolong mahal dan sulit dikendalikan untuk dapat melunakkan tulang rawan tanpa membunuh jaringannya.

Oleh sebab itulah, Hill dan Brian Wong, M.D., Ph.D. dari University of California, Irvine memimpin tim penelitian untuk mencari alternatifnya.

Penelitian dimulai oleh Wong terlebih dahulu yang bereksperimen dengan mengalirkan listrik ke tulang rawan. Metode ini terbukti dapat membentuk ulang jaringan, tetapi bukan karena listrik memanaskannya.

Untuk menemukan cara kerja teknik ini yang sebenarnya, Wong pun mengajak Hill untuk ikut meneliti dan menyempurnakannya.

Rupanya, teknik ini bekerja karena tulang rawan terbuat dari fiber-fiber kolagen kecil yang diikat oleh biopolimer. Hill mengilustrasikannya seperti spaghetti yang setiap helainya diikat dengan benang kemudian ditumpahkan ke meja.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved