Berita HSS

Tulis Ayat demi Ayat Setelah Kena Stroke, H Yusri Fauzi Selesaikan Alquran Jumbo Setahun 6 Bulan

Dia menghabiskan waktu satu tahun enam bulan dengan jumlah kertas sekitar 300 lembar. Adapun kertas yang digunakan jenis karton yang agak mengkilap.

Tulis Ayat demi Ayat Setelah Kena Stroke, H Yusri Fauzi Selesaikan Alquran Jumbo Setahun 6 Bulan
banjarmasinpost.co.id/hanani
H Yusri Fauzi dengan Alquran jumbo hasil karyanya yang baru selesai ditulis di Kandangan HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Menulis di kertas biasa, itu mudah. Tapi menulis huruf Arab di kertas berukuran besar dengan huruf besar yang rapi, diperlukan kemampuan khusus.

Kemampuan tersebut dimiliki H Yusri Fauzi (59) warga Desa Gambah Luar Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (SAA). Dia berhasil membuat Alquran jumbo dengan ukuran 80x110 sentimeter persegi. Semua ditulisnya menggunakan tangan.

Hebatnya lagi, pensiunan guru agama SDN Bakarung Kecamatan Angkinang HSS itu menulis ayat demi ayat pada saat tangan kanannya sulit digerakkan secara normal karena pernah terkena stoke. Yusri menggunakan tangan kirinya yang berfungsi dengan baik hingga menyelesaikan 30 juz i.

Untuk itu, dia menghabiskan waktu satu tahun enam bulan dengan jumlah kertas sekitar 300 lembar. Adapun kertas yang digunakan jenis karton yang agak mengkilap.

Sedangkan alat tulisnya adalah stabilo yang bisa diisi ulang dengan tinta printer. “Untuk satu Alquran besar itu, saya menghabiskan 10 botol tinta print stabilo suntik,” beber Yusri saat ditemui BPost di rumahnya yang tepat berseberangan dengan Masjid Al Abrar Kota Kandangan.

Baca: Dibawa Kakek ke Perkampungan Makhluk Ghaib, Sabur Ditemukan Linglung Sendirian di Gambut

Huruf Arab yang dia tulis merupakan jenis khat tsuluts nashkhi, yang garisnya tebal dan rapat. Sebelum ditulisi ayat Alquran, dia terlebih dahulu membuat bingkai pada kertas serta detil-detil lainnya yang lebih sulit dibanding menulis huruf Arab. “Karena selain ukurannya besar, juga memerlukan ketelatenan. Harus dibuat rapi seperti halnya mushab Alquran bentuk cetak,” kata Yusri, yang juga pemimpin majelis zikir, serikat kematian dan wattaalim Al Abrar.

Setiap hari, paling maksimal dia bisa menyelesaikan satu lembar. Itu dilakukan di sela-sela menunggu waktu salat lima waktu, mulai pukul 04.00 Wita sampai waktu luang, di sela aktivitas lainnya.

Agar konsentrasi dan fokus, dia menulis di tempat khusus yakni lantai dua rumahnya.

Meski harus menulis menggunakan tangan kiri, Yusri mengaku tak menemui kesulitan. Padahal sebelumnya dia tak kidal atau seperti orang lain pada umumnya, punya kebiasaan menulis dengan tangan kanan. “Alhamdulillah diberi kemudahan oleh Allah, di saat tangan kanan tak berfungsi normal,” katanya.

Seorang tamu yang berkunjung, membaca Alquran Jumbo karya Yusni Fauzi, warga Desa Gambah Luar, Kecamatan Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
Seorang tamu yang berkunjung, membaca Alquran Jumbo karya Yusri Fauzi, warga Desa Gambah Luar, Kecamatan Kandangan, Hulu Sungai Selatan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Yusri memang penulis kaligrafi. Dia pernah meraih juara pertama lomba seni kaligrafi tingkat provinsi Kalsel semasa dia aktif mengajar. Lulusan Pesantren Pamangkih Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini menguasai Bahasa Arab dan bisa membaca huruf Arab tanpa tanda baris atau biasa disebut huruf Arab gundul.

Baca: Misteri Buaya Kuning, Tak Diberi Makan Keluarga Isna Kesurupan, Bertingkah Bak Buaya

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved