Berita Banjar

Jembatan Penghubung Desa Remo Putus Diterjang Arus Deras, Akses Warga Terputus

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan jembatan penghubung Dusun Takuang dan Desa Remo putus.

Jembatan Penghubung Desa Remo Putus Diterjang Arus Deras, Akses Warga Terputus
istimewa/humas Kodim 1001 Martapura
jembatan penghubung ke Desa Remo di Dusun Takwang kembali putus 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Curah hujan yang tinggi mengakibatkan jembatan penghubung Desa Remo Kecamatan Paramasan Kabupaten Banjar sepanjang 20 meter putus dan hanyut terbawa arus sungai deras.

Putusnya jembatan yang berlokasi di dusun Takwang itu membuat aktifitas warga terganggu. Beruntung,  tidak ada korban jiwa saat jembatan hanyut pada Sabtu (13/4) pukul 17.30 wita.

Berawal saat anggota Babinsa ketika tiba di Dusun Takwang, Serda Lulus Setyanto bersama warga Minggu sore itu hendak melintasi jembatan, tiba- tiba air sungai yang deras meluap dan menghayutkan badan jembatan.

Baca: Mengenal Tato Sejak Sebelum Masehi, ini Makna Seni Rajah Tubuh bagi Suku Mentawai

Baca: Sempat Viral Kisah Ahok Marah-marah di TPS Osaka, Jepang, Begini Penjelasan Singkat BTP

Baca: Titipan Doa Kesembuhan Istri SBY, Ani Yudhoyono pada Jokowi yang Umrah, Gibran Rakabuming Beraksi

Baca: Mengagetkan, Sule Tak Pilih Naomi Zaskia Atau Baby Shima, Tapi Ada Wanita Istimewa yang Menanti

Melihat peristiwa tersebut babinsa melaporkan kepada Danramil. Lulus menuturkan bahwa jembatan tersebut adalah akses penghubung aktifitas warga dan anak sekolah, bahkan jalur perekonomian.

Saat ini sesuai instruksi Danramil sebagai anggota Babinsa maka berupaya membantu warga terus dilakukan, mendapat dukungan dari masyarakat.

Danramil 1006-01/ Sungai Pinang Kapten Inf Yohanes Sumarsono melakukan koordinasi dengan Pejabat Kades Remo, Bambang Jepti Rahardjo untuk segera mengambil langkah guna menormalisasikan kembali jalur utama transportasi masyarakat setempat.

Terlebih menjelang pelaksanaan pemilu dalam pendistribusian logistik ke wilayah Dusun Takuang dan Desa Remo melalui jembatan tersebut.

Kepala Desa Remo, Bambang Jepti Rahardjo (51) mengatakan, dampak dari jembatan yang ambruk mengganggu aktifitas warga, karena untuk menuju Kecamatan Paramasan melewati jembatan tersebut. Bahkan, jembatan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat setempat.

"Satu jalur utama masyarakat dalam menjual hasil kebun ataupun hasil pertaniannya ke Kabupaten Tapin, dan saat ini juga TNI bersama masyarakat membuat jembatan darurat untuk mendukung aktifitas warga," katanya, Senin (15/4).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, M Hilman mengatakan, jembatan yang runtuh terbawa arus itu akan segera ditangani dengan penanganan darurat, menggunakan pola karya bakti TMMD dari Kodim 1006/Martapura.

Tim Teknis Dinas PUPR Banjar akan mendesain penanganan dengan mempertimbangkan kemampuan pendanaan yang tersedia dan aspek-aspek teknis yang menyesuaikan kondisi lapangan.

Pihaknya aka mendiskusikan dengan pelaksana penanganan secara swakelola dengan pola karya bakti TMMD oleh Kodim 1006 Martapura. Hasil DED yang disepakati nantinya akan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pekerjaan sesegera mungkin setelah kondisi lapangan memungkinkan.

"Bisa segera dilaksanakan dengann memperhatikan kondisi cuaca dan air arus aliran sungai, serta kondisi akses untuk mobilisasi yang memungkinkan, sehingga akses arus barang atau jasa masyarakat tidak terganggu," katanya, Senin (15/4).

Namun menurut Hilman, penanganan setelah pelaksanaan Pemilu, dikarenakan sebelum 17 April 2019 sudah tidak memungkinkan lagi. Idealnya jembatan yang akan dibangun nantinya tanpa pilar di tengah sungai, baik Jembatan rangka baja atau jembatan gantung.

"Cuma karena dana yang tersedia sangat terbatas, saat ini penanganan bersifat darurat agar bisa fungsional kembali," pungkas Hilman. (Banjarmasinpost.co.id/M Hasby S)

Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved