Berita Kotabaru

UPDATE Longsor di Pulau Matasirih Kotabaru, Ibu dan Bayinya Belum Ditemukan

Ibu dan bayinya yang ikut terseret di tanah longsor di Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru masih belum ditemukan.

UPDATE Longsor di Pulau Matasirih Kotabaru, Ibu dan Bayinya Belum Ditemukan
Kiriman Warga Pulau Matasirih
Sebanyak 8 rumah rusak total dan 3 rumah rusak ringan akibat longsor di Pulau Matasirih, Kotabaru, Rabu (24/4/19) sekitar pukul 08.00 wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Ibu dan bayinya yang ikut terseret di tanah longsor di Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru masih belum ditemukan.

Hingga Kamis (25/4/19) sekitar pukul 07.00 wita belum ada perkembangan.

Cuaca Pulau Matasirih juga masih belum stabil lantaran hujan, sehingga pencarian sebelumnya juga sempat dihentikan.

Sebanyak 8 rumah rusak total dan 3 rumah rusak ringan akibat longsor yang terjadi di pada Rabu (24/4/19) sekitar pukul 08.00 wita kemarin.

Belum ada perkembangan dilokasi hingga pagi ini, Kamis (25/4/2019).

Baca: Siswa SMPN 2 Pulau Sembilan dari Pulau Matasirih Kotabaru Syok Mendengar Tanah Longsor di Desanya

Baca: Longsor di Pulau Matasirih Rusak 6 Rumah, Ibu dan Anak Masih Belum Ditemukan

Baca: Pulau Matasirih Kotabaru Longsor, 2 Warga dan Sejumlah Bangunan Ikut Tertimbun

Sebanyak 8 rumah rusak total dan 3 rumah rusak ringan akibat longsor di Pulau Matasirih, Kotabaru, Rabu (24/4/19) sekitar pukul 08.00 wita.
Sebanyak 8 rumah rusak total dan 3 rumah rusak ringan akibat longsor di Pulau Matasirih, Kotabaru, Rabu (24/4/19) sekitar pukul 08.00 wita. (Kiriman Warga Pulau Matasirih)


Hal ini diakui Plt Kepala Dinas BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya, Kamis (25/4/19). Dia mrnjrlaskan, sebelum kejadian memang terjadi hujan sekitar 5 jam hingga akhirnya terjadi longsor.

"Info sampai pagi ini belum ada perkembangan. Kita berharap Basarnas mau kesana sehingga para relawan bisa bantu evakuasi saat armada mereka yang bisa kesana dengan cepat, " katanya.

Sekedar diketahui jarak Pulau Matasirih dari pusat Kotabaru memerlukan waktu sekitar 17 sampai 18 jam menggunakan kapal nelayan.

Parahnya saat ini, tidak bisa berkomunikasi lantaran di wilayah tersebut merupakan wilayah blankspot.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved