Keluarga Korban Xenia Maut Berharap Penabrak Bertanggung Jawab

Tangis meledak di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSPAD Gatot Soebroto ketika Indra (11), salah satu korban tabrakan Xenia, ditangani oleh dokter. Ia tidak berhenti berteriak kesakitan saat dokter mengambil tindakan di bagian kepalanya yang mengalami luka.

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA  - Tangis meledak di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSPAD Gatot Soebroto ketika Indra (11), salah satu korban tabrakan Xenia, ditangani oleh dokter. Ia tidak berhenti berteriak kesakitan saat dokter mengambil tindakan di bagian kepalanya yang mengalami luka.

"Saya neggak tega lihat keadaannya saat ini. Tapi, saya yakin dia kuat dan akan sembuh," kata Yanti, ibunda Indra,  kepada Kompas.com, saat dijumpai di Ruang UGD RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (22/1/2012).

Yanti, ibu empat anak ini mengaku kaget saat menerima kabar bahwa putranya tengah berada di rumah sakit. Menurutnya, Indra pamit hendak bermain bola di Monas bersama teman-temannya, sesama warga kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.



Hampir setiap hari Minggu pagi, lanjut Yanti, putra bungsunya yang masih duduk di kelas satu SMP itu selalu menyalurkan hobinya bermain sepak bola di Monas. Naas bagi Indra dan teman-temannya, sepulang bermain bola, mereka menjadi korban kecelakaan tabrakan maut oleh mobil Xenia hitam dengan nomor polisi B 2479 XI.

Akibat peristiwa ini, Indra menderita luka parah di bagian kepala dan punggul. Untuk penanganan, dokter pun harus memangkas habis rambut Indra. Menurut Yanti, kemungkinan besar anaknya tersebut akan menjalani operasi jika keluhan sakit di kepalanya tidak kunjung reda.

"Kata dokter, untuk luka kepalanya mungkin saja dioperasi. Tapi tergantung dokter saja. Yang penting, yang nabrak harus tanggung jawab. Ini nyawa manusia lho," kata Yanti.
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved