Rupiah Melemah karena Terseret Zona Euro
Melemahnya nilai tukar uang rupiah terhadap dollar AS dalam beberapa hari terakhir merupakan dampak dari krisis utang di zona euro yang belum selesai.
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Melemahnya nilai tukar uang rupiah terhadap dollar AS dalam beberapa hari terakhir merupakan dampak dari krisis utang di zona euro yang belum selesai.
"Krisis ekonomi di zona euro belum menentu penyelesaiannya. Karena itu, pasar cenderung nervous dan memindahkan portofolionya ke dollar AS. Itulah sebabnya akhir-akhir ini rupiah cenderung melemah di atas Rp 9.100 per dollar AS dan cadangan devisa pun merosot ke 111 miliar dollar AS," ujar ekonom Tony Prasetiantono dalam konferensi pers "Economic Outlook From Feng Shui Perspective" di Jakarta, Kamis (2/2/2012) .
Tony memprediksi bahwa kecenderungan melemahnya rupiah ini hanya bersifat sementara. Jika kepanikan karena krisis utang zona euro mereda, rupiah akan kembali menguat. Paling tidak, menurut Tony, rupiah bisa kembali ke level psikologis Rp 9.000 per dollar AS.
Tony pun menyebutkan, sejauh ini solusi krisis utang Eropa memang belum jelas. "Apakah zona euro akan dibubarkan, sehingga menciptakan diskresi bagi Yunani dan Italia untuk mempunyai mata uang sendiri yang terdepresiasi. Jika zona euro dipertahankan, konsekuensinya Jerman dan Perancis harus menanggung bailout (dana talangan) dalam jumlah besar," pungkas Tony.