Inilah Perawatan Kecantikan Ala Perempuan Barabai

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tradisi merawat kecantikan kulit masih mengandalkan resep peninggalan leluhur

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI -  Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tradisi merawat kecantikan kulit masih mengandalkan resep peninggalan leluhur yang tetap terjaga hingga sekarang.  Di  antaranya bedak basah, lulur cingkaruk, betimung dan ramuan jamu dari bahan alami.

Bedak basah,  biasanya digunakan untuk menghaluskan kulit wajah,menghilangkan flek hitam bahkan bisa jadi penangkal sinar  matahari. Bedak basah, atau biasa disebut pupur basah dibuat dari beras yang direndam selama beberapa hari,  dicampur dengan bunga melati, kenanga dan  sarigading kemudian digiling hingga berbentuk bulatan sebesar kelereng dan dikeringkan.

"Cara pakainya praktis. Cukup diberi air dan dioleskan ke wajah, dan dibiarkan beberapa menit sampai mengering. Selanjutnya  di bilas dengan air sampai bersih. Setelah itu kulit wajah lebih halus, dan lembut,"kata Mariani, pengguna bedak dingin.

Jika ingin kulit tubuh sehat dan halus, Luluran dengan  cingkaruk juga biasa dilakukan perempuan di Bumi Murakata. Cingkaruk terbuat
dari beras ketan yang ditumbuk sampai halus dan dicampur ramuan alami. Lulur ini berfungsi sebagai scrub. Cara pakainya  dioleskan secara merata ke seluruh tubuh, sebelum mandi.

"Cara menggunakannya sama saja dengan bedak dingin, tapi kalau cingkaruk, dioleskan ke  seluruh tubuh, untuk mengangkal sel kulit mati "jelas Aida, warga Barabai, yang juga pedagang produk tradisional perawatan kulit.

Rangkaian perawatan tradisional selanjutnya, setelah luluran dengan cingkaruk, adalah  batimung atau mandi uap  air rebusan bunga-bungaan.  Cara ini dipercaya membuat kulit lebih halus selain menghilangkan bau badan dan  mengeluarkan keringat. "Bahkan bisa mengeluarkan penyakit,"jelas Aida. Usai batimung, bisa diakhiri meminum jamu sirih, beras kencur, jahe atau  kunyit asam.

Rusti, warga Barabai lainnya  menjelaskan bahan-bahan perawatan kulit tubuh dan wajah secara tradisional mudah saja di temukan di pasar Barabai, yaitu dekat pedagang Apam. Harganya pun, cukup terjangkau.

Bahan timungan Rp 7.000 sampai Rp 25.000. Sedangkan cingkaruk Rp 1.500 per bungkus dan pupur basah Rp  1.000 per bungkus. Jadi, tinggal pilih, mau perawatan tradisional dengan harga terjangkau, atau perawatan dengan kosmetik modern dengan harga lebih mahal?

(Hanani/www.banjarmasinpost.co.id)

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved