Kenaikan Harga BBM Picu Pemakaian Zat berbahaya
kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan bisa memicu maraknya penggunaan zat berbahaya
"Kami perkirakan naiknya harga BBM semakin membuka celah perbuatan curang oleh para pengusaha makanan dengan menggunakan zat berbahaya sebagai campuran bahan baku," kata Kepala BBPOM Bali Corry Pandjaitan di Denpasar, Rabu.
Menurut dia, perilaku curang tersebut dilakukan guna menekan pembengkakan biaya produksi yang diperkirakan semakin tinggi akibat kenaikan harga BBM.
Corry mengemukakan bahwa pengunaan zat berbahaya yang mungkin marak dilakukan oleh sejumlah oknum pengusaha adalah jenis formalin, boraks, pewarna tekstil, dan lilin.
Selain itu, lanjut dia, ada juga penggunaan bahan kualitas rendah atau sudah busuk. Hal tersebut mungkin saja terjadi apabila harga bahan baku makanan pun meningkat tajam.
"Perilaku nakal oknum itu bisa dilakukan di kalangan pengusaha industri rumah tangga (PIRT) yang memproduksi makanan dalam skala rumahan," ujarnya.
Corry menjelaskan bahwa indikasi akan semakin maraknya penggunaan zat berbahaya pada makanan itu karena selama ini pihaknya masih menemukan sejumlah pengusaha tersebut memproduksi produk sajian yang tidak memenuhi syarat.
Dia menilai jika BBM jadi dinaikkan harganya maka oknum pengusaha nakal itu akan mencari jalan pintas untuk menutupi tingginya biaya produksi.