Putra Hatta Rajasa Kecelakaan

Anak Hatta Rajasa Dikarantina

Jabatan seseorang tampaknya masih berpengaruh terhadap penegak hukum di negara ini. Apalagi jika seseorang itu adalah seorang menteri.

Editor: Edi Nugroho

Sebelum Nabrak, ‘Bermalam’ di Rumah Pacar

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Jabatan seseorang tampaknya masih berpengaruh terhadap penegak hukum di negara ini. Apalagi jika seseorang itu adalah seorang menteri.

Setidaknya itu tergambar dari perilaku aparat Ditlantas Polda Metro Jaya saat dimintai tolong para jurnalis membuka sedikit terpal yang menutupi ‘mobil maut’ yang dikemudikan M Rasyid Amrullah, Rabu (2/1). Dia adalah putra bungsu Menko Perekonomian, Hatta Rajasa.

Pada hari pertama 2013, Senin (1/1), Rasyid yang mengemudikan mobil mewah BMW x5 bernopol B 272 HR menabrak bagian belakang mobil angkutan umum Daihatsu Luxio bernopol F 1622 CY di jalan tol Jagorawi. Dua penumpang mobil Daihatsu Luxio, Harun (60) dan M Raihan (18 bulan) tewas. Tiga penumpang lainnya luka-luka.

Seorang polisi mengatakan takut membuka meskipun sedikit terpal itu untuk memperlihatkan kondisi kerusakan mobil Rasyid. “Nanti saya bisa dipanggil,” ucap dia.

Setelah didesak berulang kali dengan alasan masyarakat ingin mengetahui, petugas itu bersedia membuka terpal itu. Para jurnalis tidak membuang kesempatan tersebut. Mereka langsung memperhatikan secara seksama dan mengabadikan mobil yang harga ditaksir lebih dari Rp 1 miliar itu.

Ketika seorang jurnalis hendak membuka pintu mobil produksi Jerman itu untuk melihat kondisi dalam, petugas itu langsung melarangnya. Saat wartawan melihat bagian dalam mobil dengan membuka pintu tengah bagian kiri, seorang petugas melarangnya.

Lucunya, dia sukarela mempersilakan para jurnalis melihat secara bebas --termasuk bagian dalam-- mobil Luxio yang ringsek bagian belakang dan tengah akibat kerasnya serudukan mobil BMW.

Berdasar pengamatan BPost, di dalam mobil Luxio terdapat sepasang sepatu bermerek Rodeo berwarna cokelat serta dua pasang sandal berwarna hitan dan putih. Juga ada kain alas tidur bayi berwarna biru.

Bagaimana kondisi mobil BMW? Mobil itu hanya mengalami ringsek sedikit di bagian depan. Kaca lampu kanan dan kiri depan pecah. Lampu bagian depan juga retak. Bemper lepas dan penyok serta grill bolong.

Airbag di bagian kemudi masih terbuka setelah mengembang saat kecelakaan terjadi. Di bagian dalam, hanya ada kotak tisu yang terguling di lantai mobil dan tempat sampah berukuran kecil.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, saat bertabrakan kecepatan BMW X5 di atas 100 kilometer per jam, sementara Luxio 80 kilometer per jam.

Kerasnya tabrakan juga diungkapkan Koordinator Derek di Pool Derek Tol Jasa Marga, Tomang, Jakarta, Sudarsono. Dia mengatakan akibat ditabrak, bagian belakang mobil Luxio sampai terangkat. “Pintu belakangnya terbuka ke atas,” kata dia.

Sudarsono pun mengungkapkan mobil BMW itu sempat lama dibiarkan di lokasi, karena kesulitan di bawa ke Ditlantas.

“Transmisinya matic jadi diakalin dulu sebelum dibawa menggunakan derek di bagian belakang. Secara umum, mobil BMW itu cuma lecet,” tegasnya.

Berselang sehari setelah kecelakaan, polisi baru mengumumkan hasil tes urine Rasyid. Rikwanto mengatakan hasilnya negatif alias tidak mengonsumsi narkoba.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved