Putra Hatta Rajasa Kecelakaan
“Kamu Ada Beking Nggak?”
Gambaran kejadian penabrakan mobil BMW X5 yang dikemudikan M Rasyid Amrullah, anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa
* Pendemo Hatta Rajasa dan Preman Baku Pukul
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Gambaran kejadian penabrakan mobil BMW X5 yang dikemudikan M Rasyid Amrullah, anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, ke mobil Daihatsu Luxio hingga menewaskan dua orang, mulai terungkap.
Adalah warga Bogor, Jabar, Rangga Iqra Nugraha, yang menjadi saksi ahli kejadian tragis tersebut. Dia mengemudikan mobil Toyota Avanza di belakang mobil BMW. Rangga pula yang menolong dan membawa para korban ke Rumah Sakit (RS) UKI.
“Mobil saya ngikutin mobil dia dari belakang. Nah tiba-tiba saya melihat orang mental kayak kembang api. BMW itu berhenti mendadak. Saya langsung banting setir ke kanan lalu berhenti,” kata dia, Kamis (3/1).
Rangga mengaku tidak melihat mobil Luxio (versi polisi, mobil itu parkir pada jarak 50 meter dari lokasi, Red). Saat dia keluar dari mobil, BMW sudah berhenti. Airbag pun sudah terbuka. Rasyid pun keluar dan meminta bantuan untuk menyelamatkan korban.
Rangga kemudian mengangkat Raihan, bayi berusia 14 bulan yang akhirnya meninggal. Karena ambulans tidak kunjung datang, mobil dia dipakai untuk mengevakuasi para korban yang tubuhnya penuh darah.
Setelah mengantar korban ke RS UKI dengan jaminan SIM Rasyid, Rangga dan seorang petugas Jasa Marga, dia ke lokasi. Saat itu Rasyid sempat meminta dia membawa jenazah Harun. Tetapi dia tidak berani karena kepala Harun dalam kondisi pecah. Saat itu, Rangga juga melihat seorang perempuan yang patah kakinya. Akhirnya, ambulans mengangkut mereka.
Saat itulah, Rangga sempat berbincang dengan Rasyid. Dia juga memberi rokok dan air kemasan. “Biar dia tenang,” ucap dia.
Rangga juga menanyakan beberapa hal. “Waktu itu saya tanya ke dia (Rasyid). Kamu giting (mabuk narkoba) apaan sih? Kamu mabuk ya? Dia jawab kecapekan, ngantuk, dari siang sampai malam nggak sempat istirahat.
Terus malam tahun baruan di Kemang sama pacarnya, terus nganterin pacarnya ke Tebet. Terus dia ingin cepat-cepat pulang ke (Jalan) Fatmawati, muter lewat tol,” kata Rangga.
Saat itu, dia mengaku tidak mengira Rasyid adalah anak Hatta Rajasa meski di surat izin mengemudi (SIM)-nya terdapat nama Rajasa. “Saya sempat tanya, kamu ada beking nggak? Soalnya repot, urusan kayak itu. Apalagi dia bawa BMW X5, Tahulah Indonesia seperti apa? Dia cuma jawab, pokoknya saya salah, saya tanggung jawablah. Dia nggak bilang apa-apa lagi,” ujarnya.
Hingga kemarin, Rasyid masih dirawat di RS Pusat Pertamina akibat luka benturan dan trauma yang dideritanya. Dikabarkan kondisi fisik Rasyid stabil. “Saat ini pasien masih menjalani perawatan, kondisinya masih dalam tahap evaluasi. Lihat perkembangan hari ke hari. Kondisi fisik masih stabil, tinggal kondisi psikisnya yang masih dalam tahap evaluasi,” ucap Kepala Administrasi Medis RSPP Indra Maulana.
Tim dokter pun tidak berani menyebutkan hasil diagnosis medis terhadap Rasyid karena harus seizin pasien atau keluarga pasien yang ditanganinya. “Pasien ini mengalami kecemasan, ketakutan. Ini yang berdampak pada fisiknya,” ujar dokter ahli kejiwaan RSPP, Endah Ronawulan.
Dia juga mengatakan kondisi tersebut menyebabkan Rasyid mengalami kesulitan makan dan gangguan tidur.
“Ini bisa terjadi pada semua orang yang mengalami kejadian traumatis. Pada pasien ini juga berdampak pada kesehatan fisik, seperti kesulitan makan dan gangguan tidur. Ini biasa terjadi pada pasien usia 20 tahun ke atas,” kata Endah.
Selain itu, Endah juga mengatakan Rasyid mengalami ketakutan akan masa depan karena bakal menjalani ujian.