Mahfud Minta PKS Mengaku

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menyarankan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui kesalahan kadernya

Tayang:
Editor: Syamsudin

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menegaskan  siapapun akan diperiksa bila terindikasi menerima aliran dana dari Fathanah dan Luthfi.  “Tidaklah (hanya perempuan). Kalau ada laporan ada laki-laki yang terindikasi terima, kami periksa. Kalau ada waria yang terindikasi terima dana, juga kami periksa,” kata dia.

Mantan Ketua KPK itu menegaskan, lembaga pemberangus korupsi ini tidak mengenal diskriminasi dalam memeriksa orang berdasarkan jenis kelamin.

“Kami juga hargai kritik konstruktif masyarakat yang terus mengawasi KPK dalam penanganan kasus ini,” kata Busyro.

Di sela-sela koordinasi partainya di Hotel Bidakara, Jakarta, Fachri kembali melontarkan kegeramannya terhadap KPK.

“Bekerjalah dalam sunyi dan diam tidak perlu menanggapi parpol sebab keributan itu adalah tugas parpol dalam demokrasi. Kalau KPK mengomentari politik dan mengintimidasi melalui opini publik, mereka sudah keluar. Itu tanda-tanda kehancuran KPK. Jangan lupa KPK itu juga lembaga rawan. Meskipun power-nya kuat, dia ad hoc. KPK bubar, kita rugi apa-apa karena negara masih punya jaksa, polisi, pengadilan,” tegasnya.

Di acara yang sama,  Presiden PKS Anis Matta menolak mengomentari proses hukum terhadap pendahulunya, Luthfi.

“Saya tidak dalam posisi mengomentari, saya tidak anggap penting mengomentari hal seperti itu. Soal itu tidak kami bahas. Kami fokus pada pemenangan Pemilu 2014 ,” ujar Anis. (tribunnews/edw/eri/kps)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved