KPK Incar Jero Wacik

Hanya dalam hitungan menit setelah menetapkan Kepala Satuan Kerja Khusus

Editor: Syamsudin

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hanya dalam hitungan menit setelah menetapkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini sebagai tersangka suap 690 dolar AS dan 127 dolar Singapura dari trader minyak asal Singapura, Kernel Oil Pte Ltd, KPK membidik Menteri ESDM Jero Wacik.

Jero yang juga dikenal sebagai Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mengemban tugas sebagai Komisi Pengawas SKK Migas, sekaligus atasan Rudi. KPK pun mengagendakan segera memeriksa Jero terkait suap yang menjerat Rudi.

“Ya, akan kami panggil. Kami akan periksa terus soal (dugaan keterlibatan Menteri ESDM) itu. Kami akan dalami,” tegas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto di kantor KPK Jakarta, Rabu (14/8) sore.

Dugaan keterlibatan pihak lain muncul, lantaran uang suap yang diberikan untuk Rudi terbilang besar. KPK menemukan uang senilai 690 dolar AS dan 127 dolar Singapura di rumah Rudi, Ardi (orang suruhan Simon) dan Simon, petinggi PT Kernel Oil.

KPK juga memberi sinyal akan menjerat pihak lain. “Yang sekarang sedang didalami apa sebenarnya yang jadi motif,” tutur Bambang. Ketika disinggung spekulasi tentang suap terkait  pengumpulan dana untuk Konvensi Capres Demokrat, Bambang menyatakan belum tahu.

Belum sampai diberi surat panggilan pemeriksaan, Jero lebih dulu menyangkal. Menteri ESDM membantah tuduhan loyalis Anas Urbaningrum yang menuding uang suap Kepala SKK Migas akan digunakan kepentingannya maju di konvensi Capres PD.

“Itu tidak ada, dan tak ada dana itu untuk itu (konvensi partai),” tegas Jero. Ia menyatakan, selama ini tak pernah dan tak boleh ada uang suap atau dana proyek digunakan kepentingan partai atau pribadi.”

Sebelumnya, mantan Ketua DPC PD Cilacap, Tri Dianto menuding suap yang melibatkan Rudi berkaitan Konvensi Capres Demokrat. Rudi disebut sebagai orang dekat Ketua Komisi Pengawas SKK Migas sekaligus Menteri ESDM Jero Wacik.

Wakil Ketua Umum PD, Nurhayati Ali Assegaf juga menyangkal. “Tertangkaptanganya Rudi tak ada kaitannya dengan Demokrat. Saya tak kenal Rudi. SBY sebagai Ketum tak pernah menugaskan, justru sebaliknya melarang tak satupun DPP maupun fraksi yang mengatasnamakan Demokrat untuk cari dana,” tegasnya.

Kartel Migas
Terungkapnya praktik suap Rudi dan perusahaan minyak asing ini menguatkan hasil kajian KPK di bidang pencegahan, khususnya terkait kartel Migas. “Suruh bongkar saja kalau ada kartel,” kata Jero.

Ditanya agenda KPK yang akan memeriksa semua pihak terkait, termasuk dirinya, Jero mempersilakan. “Serahkan kepada KPK, ya,” ujarnya.

Jero mengaku tak tahu-menahu tentang Kernel Oil yang menyuap Kepala SKK Migas. “Saya tidak tahu, itu urusan saya tidak tahu,” katanya. Sesaat setelah tersiar tertangkap-tangannya Rudi, Jero mengaku kesulitan menghubungi anak buahnya itu.

Ketika lapor presiden pun, Jero mengaku belum tahu kasusnya apa sehingga Rudi ditangkap KPK. “Nggak bisa komunikasi. Tapi kita kan mengawasi kebijakan-kebijakannya. Saya selalu mengatakan kepada beliau kebijakannya begini,” aku Jero.

Tersenyum
Belasan jam setelah tertangkap tangan, Rudi masih bisa tersenyum saat diamankan KPK. Mengenakan kemeja putih, Rudi sempat menyapa dengan kata “halo” kepada wartawan saat dibawa Satgas ke kantor KPK dinihari kemarin.

Selebihnya, Rudi hanya tersenyum dan tak menjawab satu pun pertanyaan wartawan. Selain Rudi, KPK mengamankan lima orang lainnya. Simon, petinggi PT Kernel Oil yang diduga menyuap Rudi, Ardi (orang suruhan Simon), dua Satpam dan sopir Rudi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved